Waspada, Banyak Serangan Siber Berkedok Virus COVID-19

Jum'at, 17 April 2020 - 14:35 WIB
loading...
Waspada, Banyak Serangan...
Laporan Ancaman GTIC (Global Threat Intelligence Center) dari NTT Ltd. pada Maret dan April 2020 menyebutkan, ada banyak serangan phishing memanfaatkan domain yang baru terdaftar -kemungkinan tidak sah. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Di tengah pandemik, pelaku kejahatan siber mulai menggunakan kesempatan musibah ini untuk melakukan serangan siber yang berkedok COVID-19.

Laporan Ancaman GTIC (Global Threat Intelligence Center) dari NTT Ltd. pada Maret dan April 2020 menyebutkan, ada banyak serangan phishing memanfaatkan domain yang baru terdaftar -kemungkinan tidak sah- untuk meng-host malware atau mencuri informasi dengan menggunakan subjek COVID-19 sebagai umpan.

Telah ditemukan salah satu serangan berupa spam yang menggunakan kedok COVID-19. Spam ini menargetkan orang-orang di Italia, dengan malware Trickbot untuk mencuri kode masuk dan informasi pribadi.

Email ini memiliki subjek menggunakan virus Corona dan berisikan dokumen Microsoft Word berbahaya. Email muncul dengan mengklaim sebagai informasi mengenai tindakan perlindungan yang diperlukan dan harus diterapkan oleh orang-orang di Italia terhadap virus Corona.

Ketika dibuka, dokumen Word berbahaya akan meminta korban untuk mengklik tombol ‘Aktifkan Konten’ untuk melihat pesan dengan benar. Setelah penerima mengklik 'Aktifkan Konten', makro jahat akan dieksekusi yang mengekstraksi berbagai file untuk menginstal dan meluncurkan malware Trickbot.

Jika berhasil diinstal, Trickbot mengambil informasi dari sistem yang dikompromikan dan berupaya untuk bergerak secara lateral melalui jaringan yang terhubung untuk mengumpulkan lebih banyak informasi. Setiap informasi yang diperoleh kemudian dikirim kembali ke penyerang.

Selain spam, pelaku kejahatan siber juga menggunakan ransomware dengan kedok perangkat lunak keamanan. Satu ransomware baru yang muncul, bernama CoronaVirus, didistribusikan melalui situs yang mengklaim mendorong penggunaan perangkat lunak pengoptimalan sistem dari WiseCleaner.

Serangan lainnya menggunakan pengalihan terbuka seperti alamat web yang secara otomatis mengalihkan pengguna antara situs web sumber dan situs target, seperti situs web HHS.gov.

CEO, NTT Ltd. di Indonesia, Hendra Lesmana, mengatakan, serangan siber yang berkedok COVID-19 akan terus digunakan sebagai umpan. Terutama karena sekitar 2.000 situs web bertema Corona Virus dibuat setiap hari dan kemungkinan akan terus berlangsung selama pandemik.

“Selain itu, versi baru dari umpan ini, menargetkan negara-negara yang baru terkena virus COVID-19. Bahkan ketika dunia masuk ke masa pemulihan, pelaku kejahatan siber akan menggunakan kata baru seperti 'COVID Cure' atau 'COVID Resurgence'," tuturnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Untuk itu, pinta dia, industri kesehatan di Indonesia perlu waspada dan melakukan pengamanan siber yang sangat kuat demi menangkal serangan malware, phising, dan ransomware yang sudah merajalela saat ini. Mereka mencoba melakukan pencurian informasi atau data perusahaan.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejahatan AI Tidak Terkendali,...
Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
Dibobol 1.000 Kasus...
Dibobol 1.000 Kasus Sehari: Mengapa Penipuan Digital di Indonesia 4 Kali Lipat Lebih Ganas?
Keamanan Siber: Saat...
Keamanan Siber: Saat Ancaman AI Global Ditangkis Inovasi Lokal Indonesia
Orang Indonesia Suka...
Orang Indonesia Suka Gratisan tapi Buta Keamanan, Pakar Desak Anti-Virus Wajib Bawaan Pabrik
AS Berencana Kirim Starlink...
AS Berencana Kirim Starlink untuk Hidupkan Layanan Internet Iran
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
3 Pelaku Pembobolan...
3 Pelaku Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar Jadi Tersangka
Pengamat Dukung Mabes...
Pengamat Dukung Mabes Polri Tangkap Pelaku Perampokan dan Penculikan WNA di Bali
Rekomendasi
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng IDBW 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Karier dan Finansial di Era Web3
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Berita Terkini
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved