Joe Biden Diprediksi Tidak akan Langsung Berdamai dengan Huawei

Selasa, 19 Januari 2021 - 09:27 WIB
loading...
Joe Biden Diprediksi...
Analis Wedbush Securities Dan Ives percaya presiden baru AS, jOE Biden, tidak akan bertindak cepat untuk membalikkan perintah yang dibuat oleh Administrasi Trump dan berdampak serius terhadap bisnis Huawei. Foto/Ist
A A A
WASHINGTON - Presiden terpilih AS, Joe Biden , akan mengambil alih Pemerintahan Donald Trump pada hari Rabu besok. Ada pembicaraan bahwa Biden akan mengeluarkan perintah eksekutif untuk segera membatalkan beberapa perintah yang ditandatangani pendahulunya.

Penggemar ponsel berharap pembalikan cepat ini akan mencakup beberapa perubahan aturan yang diterapkan pada produsen telepon dan peralatan jaringan China, Huawei . Namun analis Wedbush Securities Dan Ives tidak mengamininya. Mereka percaya Biden tidak akan bertindak secepat untuk membalikkan perintah yang dibuat oleh Administrasi Trump dan berdampak serius terhadap bisnis telepon dan jaringan komunikasi Huawei. Baca juga: Trump Out, Brasil Akhirnya Izinkan Huawei Ikut Lelang Jaringan 5G

Menurut Seeking Alpha, dalam sebuah catatan kepada klien Ives, menuliskan, bahwa mereka yakin banyak risiko semikonduktor berada di belakang pemasok chip karena perusahaan seperti TSMC dan WDC telah menarik Huawei keluar dari perkiraan bisnis mereka. "Kami tidak selalu berharap Pemerintahan Biden untuk segera mundur dari kebijakan saat ini (misalnya, pembatasan pada Huawei, SMIC, dan lainnya). Tetapi kami juga menganggap kecil kemungkinan kami akan bangun di suatu pagi untuk tiba-tiba menemukan serangkaian pembatasan kebijakan tambahan yang ditujukan untuk perusahaan teknologi China lainnya. Kami melihat beberapa kemungkinan bahwa pembatasan pada akhirnya dilonggarkan terkait dengan SMIC, Huawei, dan lainnya," katanya seperti disitat Phone Arena.

Meskipun Biden tidak ingin terlihat terlalu lunak jika memutuskan untuk membalikkan beberapa kebijakan yang saat ini berlaku terhadap Huawei, masalah seperti pencurian kekayaan intelektual dapat menjadi bagian dari negosiasi antara AS dan China. Huawei yang akan memungkinkan terakhir untuk bangkit kembali. Ini juga akan jauh lebih mudah bagi administrasi baru untuk menyelesaikan masalah pencurian IP daripada pelanggaran keamanan. Tidak ada yang pernah bisa menemukan "senjata api" yang membuktikan bahwa Huawei mengumpulkan intelijen untuk Pemerintah Komunis China.

Di sisi lain, perusahaan kalah dalam gugatan perdata terhadap T-Mobile atas pencurian suku cadang dan perangkat lunak Huawei yang merupakan milik robot penguji telepon Tappy. Huawei diperintahkan untuk membayar operator USD4,8 juta.

Februari lalu, AS mengajukan tuntutan pidana terhadap Huawei atas "perselingkuhan" Tappy. Departemen Kehakiman menuduh Huawei dan afiliasinya melakukan "pola aktivitas pemerasan" karena diduga mencuri rahasia dagang dan mengatakan perusahaan tersebut telah bekerja untuk mencuri rahasia dagang dari enam perusahaan Amerika.

Informasi yang dicuri dilaporkan termasuk kode sumber, dan manual untuk teknologi nirkabel. Menurut yang Phone Arena ketahui, enam perusahaan tersebut termasuk T-Mobile, Cisco Systems, Motorola Solutions, Fujitsue, CNEX Labs dan Quintel Technology.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
HUAWEI WATCH FIT 5 Series...
HUAWEI WATCH FIT 5 Series Bawa Diabetes Risk Study dan Ultra Sports Tracking
1 dari 9 Orang Indonesia...
1 dari 9 Orang Indonesia Kena Diabetes, Huawei Bawa Solusi di Pergelangan Tangan
HUAWEI Mate 80 Pro Resmi...
HUAWEI Mate 80 Pro Resmi Masuk Indonesia, Tampil Lebih Unggul dengan Kamera dan Durabilitas Ekstra
Telinga Makin Mahal:...
Telinga Makin Mahal: Membedah Janji Anti-Bising TWS Baru Huawei Seharga Rp2,9 Juta
Dianggap Berbahaya,...
Dianggap Berbahaya, Huawei Dilarang Digunakan di Eropa
Huawei dan Chery Ungkap...
Huawei dan Chery Ungkap Identitas Mantan Desainer Ferrari di Balik Luxeed RX
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
Rekomendasi
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Inovasi Bahan Masak...
Inovasi Bahan Masak Dorong Kreativitas Pelaku Industri Kuliner
Berita Terkini
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Infografis
5 Negara dengan Netizen...
5 Negara dengan Netizen Paling Tidak Sopan di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved