Planet Bumi Sekarat Lebih Cepat dari yang Kita Duga
Minggu, 17 Januari 2021 - 19:31 WIB
loading...
Pohon hangus terlihat di Jalan Pallet Creek selama kebakaran Bobcat di Valyermo, California, tahun 2020. Perubahan iklim diperkirakan memperburuk frekuensi dan intensitas kebakaran hutan tahunan. Foto/Kyle Grillot/Getty/Live Science
A
A
A
JAKARTA - Ancaman tiga kali lipat dari perubahan iklim , hilangnya keanekaragaman hayati , dan kelebihan populasi sedang terjadi di Bumi .
Umat manusia sedang menuju masa depan yang mengerikan dari kepunahan massal, krisis kesehatan, dan gangguan terus menerus akibat perubahan iklim terhadap masyarakat. Ini hanya dapat dicegah jika para pemimpin dunia mulai menanggapi ancaman lingkungan dengan serius. Peringatan tersebut disampaikan para ilmuwan dalam sebuah makalah baru yang diterbitkan 13 Januari di jurnal Frontiers in Conservation Science. Baca juga: Pandemi dan Perubahan Iklim Tingkatkan Ancaman Terhadap Kesehatan Manusia
Dalam makalah tersebut, tim yang terdiri dari 17 peneliti yang berbasis di Amerika Serikat, Meksiko, dan Australia menggambarkan tiga krisis besar yang dihadapi kehidupan di Bumi: gangguan iklim, penurunan keanekaragaman hayati, dan konsumsi berlebihan dan kelebihan populasi manusia. Mengutip lebih dari 150 penelitian, tim berpendapat tiga krisis ini -yang akan meningkat dalam beberapa dekade mendatang- menempatkan Bumi pada posisi yang lebih genting daripada yang disadari kebanyakan orang, dan bahkan dapat membahayakan umat manusia.
Inti dari makalah baru ini bukanlah untuk memarahi warga biasa atau memperingatkan bahwa semuanya telah hilang, tulis para penulis. Melainkan untuk menggambarkan dengan jelas ancaman yang dihadapi planet kita sehingga orang-orang dan semoga para pemimpin politik mulai menganggap mereka serius dan merencanakan tindakan mitigasi sebelum terlambat.
"Kita bukanlah panggilan untuk menyerah," tulis para penulis di makalahnya. "Kami bertujuan untuk menyediakan 'pancuran air dingin' yang realistis dari keadaan planet ini kepada para pemimpin yang penting untuk perencanaan guna menghindari masa depan yang mengerikan."
Umat manusia sedang menuju masa depan yang mengerikan dari kepunahan massal, krisis kesehatan, dan gangguan terus menerus akibat perubahan iklim terhadap masyarakat. Ini hanya dapat dicegah jika para pemimpin dunia mulai menanggapi ancaman lingkungan dengan serius. Peringatan tersebut disampaikan para ilmuwan dalam sebuah makalah baru yang diterbitkan 13 Januari di jurnal Frontiers in Conservation Science. Baca juga: Pandemi dan Perubahan Iklim Tingkatkan Ancaman Terhadap Kesehatan Manusia
Dalam makalah tersebut, tim yang terdiri dari 17 peneliti yang berbasis di Amerika Serikat, Meksiko, dan Australia menggambarkan tiga krisis besar yang dihadapi kehidupan di Bumi: gangguan iklim, penurunan keanekaragaman hayati, dan konsumsi berlebihan dan kelebihan populasi manusia. Mengutip lebih dari 150 penelitian, tim berpendapat tiga krisis ini -yang akan meningkat dalam beberapa dekade mendatang- menempatkan Bumi pada posisi yang lebih genting daripada yang disadari kebanyakan orang, dan bahkan dapat membahayakan umat manusia.
Inti dari makalah baru ini bukanlah untuk memarahi warga biasa atau memperingatkan bahwa semuanya telah hilang, tulis para penulis. Melainkan untuk menggambarkan dengan jelas ancaman yang dihadapi planet kita sehingga orang-orang dan semoga para pemimpin politik mulai menganggap mereka serius dan merencanakan tindakan mitigasi sebelum terlambat.
"Kita bukanlah panggilan untuk menyerah," tulis para penulis di makalahnya. "Kami bertujuan untuk menyediakan 'pancuran air dingin' yang realistis dari keadaan planet ini kepada para pemimpin yang penting untuk perencanaan guna menghindari masa depan yang mengerikan."
Lihat Juga :