Begini Cara Ilmuwan Memperkirakan Usia Benda-benda Purbakala

Sabtu, 16 Januari 2021 - 08:29 WIB
loading...
A A A
Untuk benda tertua di dunia, penanggalan uranium-thorium-lead adalah metode yang paling berguna. "Kami menggunakannya untuk menentukan usia Bumi," kata Higham. Meskipun penanggalan radiokarbon hanya berguna untuk bahan yang pernah hidup, para ilmuwan dapat menggunakan penanggalan uranium-thorium-lead untuk mengukur usia benda seperti batuan.

Dalam metode ini, para ilmuwan mengukur kuantitas berbagai isotop radioaktif yang berbeda, yang semuanya meluruh menjadi bentuk timbal yang stabil. Rantai pembusukan terpisah ini dimulai dengan pemecahan uranium-238, uranium-235 dan thorium-232.

Sama seperti Penanggalan radiokarbon, para ilmuwan menghitung rasio antara isotop ini, membandingkannya dengan waktu paruhnya masing-masing. Dengan menggunakan metode ini, para ilmuwan dapat menentukan tanggal batuan tertua yang pernah ditemukan, kristal zirkon berumur 4,4 miliar tahun yang ditemukan di Australia. (Baca juga: Ekspor Mobil RI Dijegal Filipina, Ini Respons Pemerintah)

Sedangkan metode penanggalan lain memberi tahu para ilmuwan bukan berapa usia suatu benda, tetapi kapan terakhir kali benda itu terpapar panas atau sinar matahari. Metode ini, yang disebut penanggalan luminesensi, biasanya digunakan para ahli geologi. "Teori ini dapat menentukan kapan gletser terbentuk, mengendapkan batuan di atas lembah; atau ketika banjir membuang sedimen di atas lembah sungai," kata Rittenour kepada Live Science.

Ketika mineral dalam batuan dan sedimen terkubur, mereka terpapar radiasi yang dipancarkan oleh sedimen di sekitarnya. Radiasi ini mengeluarkan elektron dari atomnya. Beberapa elektron jatuh kembali ke dalam atom, tetapi yang lain terjebak di lubang atau mengalami perubahan jaringan atom padat di sekitarnya. "Semakin lama objek itu terkubur, semakin banyak radiasi yang terpapar," kata Rittenour.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
4 Pelajar Indonesia...
4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Rekomendasi
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
Publik Inggris Terbelah,...
Publik Inggris Terbelah, Tuchel Tolak Mundur
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
Berita Terkini
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Infografis
Ilmuwan Swiss Berhasil...
Ilmuwan Swiss Berhasil Ciptakan Baterai Hidup dari Jamur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved