Catat, Penerima Vaksin Virus Corona Dilarang Tenggak Miras!
Rabu, 06 Januari 2021 - 04:14 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah studi tahun 2012 oleh para peneliti di Swedia menemukan, konsumsi alkohol rendah hingga sedang mampu menekan respons peradangan terhadap vaksin melawan pneumonia bakteri. Tetapi tidak berdampak pada respons kekebalan. Para peneliti mendefinisikan tingkat konsumsi alkohol ini sebagai asupan rata-rata kurang dari 30 gram sehari, hampir sama dengan tiga vodka.
Gintsburg, mengatakan, minum 300 gram vodka -sekitar 12 takaran Inggris, yang mengandung total sekitar 120 gram alkohol- menekan produksi antibodi.
Pekan ini, Anna Popova, Kepala Layanan Federal Rusia untuk Pengawasan tentang Perlindungan Hak Konsumen dan Kesejahteraan Manusia (Rospotrebnadzor), memicu kontroversi di Rusia ketika dia menyarankan orang Rusia untuk berhenti minum alkohol dua pekan sebelum vaksinasi pertama mereka dan untuk selanjutnya. Tepatnya tiga pekan setelah yang kedua. Ada jeda tiga minggu antara suntikan, jadi total delapan pekan tanpa minuman keras atau miras.
Gintsburg menilai ini terlalu ketat. “Tentu saja, kami tidak berbicara tentang larangan lengkap alkohol selama vaksinasi. Ini baru pembatasan konsumsi yang wajar sampai tubuh sudah membentuk respons imun sendiri terhadap infeksi virus Corona," ujarnya.
“Penting untuk dipahami bahwa konsumsi alkohol yang berlebihan dapat secara signifikan mengurangi kekebalan dan oleh karena itu mengurangi efektivitas vaksinasi atau bahkan membuatnya tidak berarti. Selain itu, ini berlaku tidak hanya untuk Sputnik V, tetapi juga untuk vaksin lainnya,” paparnya.
Gintsburg, mengatakan, minum 300 gram vodka -sekitar 12 takaran Inggris, yang mengandung total sekitar 120 gram alkohol- menekan produksi antibodi.
Pekan ini, Anna Popova, Kepala Layanan Federal Rusia untuk Pengawasan tentang Perlindungan Hak Konsumen dan Kesejahteraan Manusia (Rospotrebnadzor), memicu kontroversi di Rusia ketika dia menyarankan orang Rusia untuk berhenti minum alkohol dua pekan sebelum vaksinasi pertama mereka dan untuk selanjutnya. Tepatnya tiga pekan setelah yang kedua. Ada jeda tiga minggu antara suntikan, jadi total delapan pekan tanpa minuman keras atau miras.
Gintsburg menilai ini terlalu ketat. “Tentu saja, kami tidak berbicara tentang larangan lengkap alkohol selama vaksinasi. Ini baru pembatasan konsumsi yang wajar sampai tubuh sudah membentuk respons imun sendiri terhadap infeksi virus Corona," ujarnya.
“Penting untuk dipahami bahwa konsumsi alkohol yang berlebihan dapat secara signifikan mengurangi kekebalan dan oleh karena itu mengurangi efektivitas vaksinasi atau bahkan membuatnya tidak berarti. Selain itu, ini berlaku tidak hanya untuk Sputnik V, tetapi juga untuk vaksin lainnya,” paparnya.
Lihat Juga :