Gojek dan Tokopedia Dikabarkan Lakukan Pembicaraan, Sinyal Merger?
Selasa, 05 Januari 2021 - 11:48 WIB
loading...
Dua raksasa startup, Gojek dan Tokopedia dikabarkan telah menandatangani lembar persyaratan terperinci untuk melakukan uji tuntas bisnis masing-masing. Foto/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Gojek dan Tokopedia dikabarkan sedang dalam pembicaraan terkait kemungkinan melakukan merger . Jika benar, keputusan merger itu akan menggabungkan dua startup paling bernilai di Indonesia.
Dua raksasa startup i ni kabarnya telah menandatangani lembar persyaratan terperinci untuk melakukan uji tuntas bisnis masing-masing, demikian menurut laporan Bloomberg, Selasa (5/1/2021). (Baca juga: Gojek-Bank Jago Bergabung, Konsumen Bakal Makin Untung )
Kedua belah pihak sedang melihat potensi sinergi dan ingin menutup kesepakatan secepat mungkin dalam beberapa bulan mendatang, kata sebuah sumber. Bergabungnya dua entitas ini diprediksi akan menciptakan valuasi gabungan keduanya menjadi USD18 miliar atau sekitar Rp250 triliun.
Bisnis keduanya akan sangat luas. Berkisar dari pemesanan kendaraan, pembayaran, hingga belanja dan pengiriman secara online.
Gojek dan Tokopedia sendiri diisukan telah mempertimbangkan potensi merger sejak 2018. Tetapi diskusi dipercepat setelah pembicaraan kesepakatan antara Gojek dan Grab Holdings Inc. menemui jalan buntu.
Chief Executive Officer Grab, Anthony Tan, terus menolak tekanan dari SoftBank Group Corp. Masayoshi Son untuk menyerahkan sebagian kendali dalam entitas gabungan dengan Gojek.
Diskusi di antara Grab dan Gojek tersendat setelah bertahun-tahun terjadi persaingan sengit. Kedua menjadi pemain utama dalam layanan transportasi online, pengiriman makanan, dan financial technology.
Dua raksasa startup i ni kabarnya telah menandatangani lembar persyaratan terperinci untuk melakukan uji tuntas bisnis masing-masing, demikian menurut laporan Bloomberg, Selasa (5/1/2021). (Baca juga: Gojek-Bank Jago Bergabung, Konsumen Bakal Makin Untung )
Kedua belah pihak sedang melihat potensi sinergi dan ingin menutup kesepakatan secepat mungkin dalam beberapa bulan mendatang, kata sebuah sumber. Bergabungnya dua entitas ini diprediksi akan menciptakan valuasi gabungan keduanya menjadi USD18 miliar atau sekitar Rp250 triliun.
Bisnis keduanya akan sangat luas. Berkisar dari pemesanan kendaraan, pembayaran, hingga belanja dan pengiriman secara online.
Gojek dan Tokopedia sendiri diisukan telah mempertimbangkan potensi merger sejak 2018. Tetapi diskusi dipercepat setelah pembicaraan kesepakatan antara Gojek dan Grab Holdings Inc. menemui jalan buntu.
Chief Executive Officer Grab, Anthony Tan, terus menolak tekanan dari SoftBank Group Corp. Masayoshi Son untuk menyerahkan sebagian kendali dalam entitas gabungan dengan Gojek.
Diskusi di antara Grab dan Gojek tersendat setelah bertahun-tahun terjadi persaingan sengit. Kedua menjadi pemain utama dalam layanan transportasi online, pengiriman makanan, dan financial technology.
Lihat Juga :