Minta Keluarga Perkuat Keuangan, Ini Prediksi Rumah.com soal Properti
Rabu, 30 Desember 2020 - 23:39 WIB
loading...
A
A
A
Marine menambahkan, memasuki tahun 2021, ada beberapa hal yang dapat diharapkan dari sektor properti. Antara lain, laju penambahan suplai properti diperkirakan masih akan membanjiri pasar, hal ini kemungkinan diikuti dengan pulihnya daya beli seiring membaiknya perekonomian dan wabah yang mulai terkendali.
Para pelaku industri properti harus melakukan adaptasi dan inovasi agar bisa lebih cepat mengalami pemulihan. Pulihnya sektor properti cukup penting bagi pemulihan ekonomi nasional, mengingat multiplier effect dari industri ini bisa menyentuh sampai 174 sektor lainnya, sekaligus juga menyerap 30 juta tenaga kerja.
Sektor properti harus melakukan adaptasi dengan mengembangkan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang selama pandemi semakin membutuhkan lingkungan yang lebih sehat, koneksi internet yang gegas dan stabil, dan ruangan untuk melakukan aktivitas work from home dan school from home. Sektor properti juga harus berinovasi dengan melakukan digitalisasi mulai dari pameran properti dan showing unit secara virtual sampai ke tahap transaksi pembelian yang terakhir.
Namun, ujar Marine, pemulihan properti juga tergantung pada kondisi makroekonomi dan politik. Juga tidak lepas dari sejauh mana pemerintah bisa secepatnya menanggulangi pandemi Covid-19, termasuk vaksinasi di mana Indonesia harus mengejar ketertinggalan agar pemulihan ekonomi nasional bisa cepat tercapai. Adanya reshuffle kabinet yang baru saja terjadi diharapkan juga bisa berdampak positif sekaligus bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Salah satu upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional adalah mengalokasikan anggaran sebesar Rp413,8 triliun untuk sektor infrastruktur sebagai ujung tombak perekonomian nasional di tahun 2021 mendatang. Selain untuk pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur juga sebagai penyediaan layanan dasar serta peningkatan konektivitas.
Marine menegaskan, peningkatan konektivitas ini bisa berdampak langsung pada perkembangan properti pada daerah-daerah di luar Jakarta. RIPMI-H menunjukkan kenaikan indeks harga properti pada area-area yang terpengaruh pembangunan infrastuktur khususnya akses transportasi. Oleh karena itu, kawasan-kawasan di sekitar kawasan hunian terpadu (planned community), jalan tol baru, dan jalur transportasi massal semakin menjadi incaran konsumen.
Para pelaku industri properti harus melakukan adaptasi dan inovasi agar bisa lebih cepat mengalami pemulihan. Pulihnya sektor properti cukup penting bagi pemulihan ekonomi nasional, mengingat multiplier effect dari industri ini bisa menyentuh sampai 174 sektor lainnya, sekaligus juga menyerap 30 juta tenaga kerja.
Sektor properti harus melakukan adaptasi dengan mengembangkan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang selama pandemi semakin membutuhkan lingkungan yang lebih sehat, koneksi internet yang gegas dan stabil, dan ruangan untuk melakukan aktivitas work from home dan school from home. Sektor properti juga harus berinovasi dengan melakukan digitalisasi mulai dari pameran properti dan showing unit secara virtual sampai ke tahap transaksi pembelian yang terakhir.
Namun, ujar Marine, pemulihan properti juga tergantung pada kondisi makroekonomi dan politik. Juga tidak lepas dari sejauh mana pemerintah bisa secepatnya menanggulangi pandemi Covid-19, termasuk vaksinasi di mana Indonesia harus mengejar ketertinggalan agar pemulihan ekonomi nasional bisa cepat tercapai. Adanya reshuffle kabinet yang baru saja terjadi diharapkan juga bisa berdampak positif sekaligus bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Salah satu upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional adalah mengalokasikan anggaran sebesar Rp413,8 triliun untuk sektor infrastruktur sebagai ujung tombak perekonomian nasional di tahun 2021 mendatang. Selain untuk pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur juga sebagai penyediaan layanan dasar serta peningkatan konektivitas.
Marine menegaskan, peningkatan konektivitas ini bisa berdampak langsung pada perkembangan properti pada daerah-daerah di luar Jakarta. RIPMI-H menunjukkan kenaikan indeks harga properti pada area-area yang terpengaruh pembangunan infrastuktur khususnya akses transportasi. Oleh karena itu, kawasan-kawasan di sekitar kawasan hunian terpadu (planned community), jalan tol baru, dan jalur transportasi massal semakin menjadi incaran konsumen.
Lihat Juga :