Harga Bitcoin Meroket Tak Terkendali, Kini Mendekati Rp425 Juta
Selasa, 29 Desember 2020 - 02:43 WIB
loading...
Ketidakpastian ekonomi global akibat COVID-19 mendorong harga Bitcoin meroket tak terkendali. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Nilai atau harga Bitcoin terus meroket tak terkendali setelah menyentuh harga Rp325 juta apa akhir pekan ketiga Desember 2020. Kini harga Bitcoin melampaui Rp397 juta dan pembulatannya mendekati Rp425 juta. (Baca juga: Prediksi Ancaman Siber Finansial di 2021, Dari Pemerasan, Skimming Hingga Pencurian Bitcoin )
Bitcoin memang telah lahir lebih dari 10 tahun lalu. Namun tak banyak pemain yang benar-benar dapat mengakses Bitcoin .
Laman Giz China menyebutkan, seorang analis senior menganalisis dan menunjukkan bahwa kenaikkan ini dimungkinkan karena epidemik virus Corona. Kejadian ini meningkatkan kekhawatiran akan resesi ekonomi global.
Inflasi global telah menjadi tren yang tak terbendung. Aset deflasi dengan properti anti-inflasi pada awalnya merupakan sumber daya yang langka, dan permintaan untuk Bitcoin semakin meningkat.
Selain itu, ekspektasi pasar untuk produk yang sesuai dengan Bitcoin juga semakin meningkat. Begitu banyak lembaga investasi berlisensi telah membentuk dana mata uang digital atau mengajukan permohonan ke badan pengatur untuk memperdagangkan mata uang digital. Ini sangat membantu mendongkrak harga Bitcoin.
Secara keseluruhan, alasan nyata dari dorongan utama melonjaknya Bitcoin dipastikan akibat kurangnya pasokan. Seperti yang dikatakan analis, wabah virus Corona telah menyebabkan kelesuan ekonomi global. Jadi, orang yang berinvestasi dalam Bitcoin adalah semacam permintaan 'safe-haven'.
Mengapa Sekarang orang Lebih Mempercayai Bitcoin?
Ada pepatah di China, 'Mengumpulkan barang antik di saat kemakmuran, sambil membeli emas di saat sulit'. Padahal, saat perekonomian sedang tidak bagus, masyarakat akan membeli emas untuk mengupayakan kelestarian asetnya. Dengan Bitcoin, mereka memiliki lebih banyak pilihan.
Bitcoin memang telah lahir lebih dari 10 tahun lalu. Namun tak banyak pemain yang benar-benar dapat mengakses Bitcoin .
Laman Giz China menyebutkan, seorang analis senior menganalisis dan menunjukkan bahwa kenaikkan ini dimungkinkan karena epidemik virus Corona. Kejadian ini meningkatkan kekhawatiran akan resesi ekonomi global.
Inflasi global telah menjadi tren yang tak terbendung. Aset deflasi dengan properti anti-inflasi pada awalnya merupakan sumber daya yang langka, dan permintaan untuk Bitcoin semakin meningkat.
Selain itu, ekspektasi pasar untuk produk yang sesuai dengan Bitcoin juga semakin meningkat. Begitu banyak lembaga investasi berlisensi telah membentuk dana mata uang digital atau mengajukan permohonan ke badan pengatur untuk memperdagangkan mata uang digital. Ini sangat membantu mendongkrak harga Bitcoin.
Secara keseluruhan, alasan nyata dari dorongan utama melonjaknya Bitcoin dipastikan akibat kurangnya pasokan. Seperti yang dikatakan analis, wabah virus Corona telah menyebabkan kelesuan ekonomi global. Jadi, orang yang berinvestasi dalam Bitcoin adalah semacam permintaan 'safe-haven'.
Mengapa Sekarang orang Lebih Mempercayai Bitcoin?
Ada pepatah di China, 'Mengumpulkan barang antik di saat kemakmuran, sambil membeli emas di saat sulit'. Padahal, saat perekonomian sedang tidak bagus, masyarakat akan membeli emas untuk mengupayakan kelestarian asetnya. Dengan Bitcoin, mereka memiliki lebih banyak pilihan.
Lihat Juga :