Bermutasi, Inggris Percaya Virus Corona Baru adalah Virus Buatan
Selasa, 22 Desember 2020 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
Meringkas tanggapan Facebook terhadap cerita populer oleh The Independent tentang virus jenis baru tersebut, email tersebut menyatakan: "Banyak yang tidak peduli dengan varian baru, namun beberapa lebih skeptis, mengklaim persetujuan varian baru dengan persetujuan vaksin adalah waktu yang mencurigakan. Beberapa menyarankan varian baru mungkin buatan".
Email tersebut tidak menyebutkan tindakan apa yang mungkin diambil pemerintah untuk mengurangi sentimen ini. Konspirasi datang meskipun Kelompok Penasihat Ancaman Virus Pernafasan Baru dan Berkembang (NERVTAG) pemerintah Inggris menguraikan potensi keparahan varian baru.
Pemerintah juga mengakui peningkatan 5.000% dalam penelusuran untuk "bagaimana varian baru lebih dapat ditularkan", "mengapa varian baru lebih dapat ditularkan", dan "apa varian Covid-19 baru ini".
Email tersebut juga melacak bagaimana pengguna media sosial menanggapi tindakan yang lebih ketat di Inggris. Selama akhir pekan yang kacau, Perdana Menteri Boris Johnson, membatasi kegiatan jutaan orang di London ke dalam penguncian yang ketat dan memperketat aturan di tempat lain. Kebijakan ini sebagai tanggapan terhadap jenis virus Corona baru yang lebih cepat menular.
Ancaman mutasi baru menyebabkan sebagian besar Eropa menutup perbatasannya dengan Inggris. Padahal ini membahayakan hingga 20% pasokan makanan yang melewati Pelabuhan Dover selama Senin dan Selasa. (Baca juga: Jasa Marga Resmi Tutup Permanen Rest Area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek )
Email tersebut tidak menyebutkan tindakan apa yang mungkin diambil pemerintah untuk mengurangi sentimen ini. Konspirasi datang meskipun Kelompok Penasihat Ancaman Virus Pernafasan Baru dan Berkembang (NERVTAG) pemerintah Inggris menguraikan potensi keparahan varian baru.
Pemerintah juga mengakui peningkatan 5.000% dalam penelusuran untuk "bagaimana varian baru lebih dapat ditularkan", "mengapa varian baru lebih dapat ditularkan", dan "apa varian Covid-19 baru ini".
Email tersebut juga melacak bagaimana pengguna media sosial menanggapi tindakan yang lebih ketat di Inggris. Selama akhir pekan yang kacau, Perdana Menteri Boris Johnson, membatasi kegiatan jutaan orang di London ke dalam penguncian yang ketat dan memperketat aturan di tempat lain. Kebijakan ini sebagai tanggapan terhadap jenis virus Corona baru yang lebih cepat menular.
Ancaman mutasi baru menyebabkan sebagian besar Eropa menutup perbatasannya dengan Inggris. Padahal ini membahayakan hingga 20% pasokan makanan yang melewati Pelabuhan Dover selama Senin dan Selasa. (Baca juga: Jasa Marga Resmi Tutup Permanen Rest Area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek )
(iqb)
Lihat Juga :