Mau Setahun Wabah COVID-19, Inilah Nasib Pekerja Informal Berbasis Aplikasi
Senin, 21 Desember 2020 - 23:58 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa sektor pekerja informal juga justru mengalami peningkatan signifikan, meskipun sempat terdampak pandemik. Sebut saja para terapis pijat nonkonvensional atau Application Based. Meski salah satu aplikator besar GoLife pada Juli kemarin memutuskan untuk menghentikan operasionalnya secara permanen, nyatanya tingkat transaksi pada beberapa aplikasi sejenis justru mengalami peningkatan.
Hengky Budiman, CEO dari halojasa yang memiliki bisnis model serupa dengan GoLife, mengungkapkan, terjadi peningkatan permintaan sebesar 180% pada platform mereka. “Tak bisa dipungkiri bahwa besarnya peningkatan GTV kami sedikit banyak dipengaruhi oleh penutupan GoLife," ungkap Hengky.
Selain itu, Hengky juga mengklaim terjadi peningkatan permintaan untuk pendaftaran mitra ex-GoLife untuk bergabung menjadi vendor halojasa. Tetapi dengan berbagai pertimbangan, halojasa tak langsung menerima seluruh vendor tersebut. Mereka tetap menyaring ketat seluruh calon vendor yang akan bergabung.
Tak semua para pekerja informal mendapatkan ‘angin segar’ seperti para mitra ex-aplikasi. Beberapa bahkan masih belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Seperti para pekerja lepas dari beberapa event organizer besar dan para supir angkot yang belum mengalami peningkatan yang signifikan pada pendapatannya.
Pemerintah pun sempat bergerak untuk menuntaskan permasalahan para pekerja informal ini. Jika para pekerja formal sempat mendapatkan bantuan BLT sebesar Rp600.000 selama 4 bulan, para pekerja informal ini juga mendapatkan perlakuan yang sama. Sayang, BLT tentu tak bisa menutupi sejumlah seluruh kebutuhan para pekerja ini. Perlu ada solusi tegas dari pemerintah terkait penanganan wabah pandemik ini, untuk menstimulus roda ekonomi kembali berputar normal. (Baca juga: Ilmuwan Temukan Galaksi Terjauh di Alam Semesta, Ini Penampakannya )
Hengky Budiman, CEO dari halojasa yang memiliki bisnis model serupa dengan GoLife, mengungkapkan, terjadi peningkatan permintaan sebesar 180% pada platform mereka. “Tak bisa dipungkiri bahwa besarnya peningkatan GTV kami sedikit banyak dipengaruhi oleh penutupan GoLife," ungkap Hengky.
Selain itu, Hengky juga mengklaim terjadi peningkatan permintaan untuk pendaftaran mitra ex-GoLife untuk bergabung menjadi vendor halojasa. Tetapi dengan berbagai pertimbangan, halojasa tak langsung menerima seluruh vendor tersebut. Mereka tetap menyaring ketat seluruh calon vendor yang akan bergabung.
Tak semua para pekerja informal mendapatkan ‘angin segar’ seperti para mitra ex-aplikasi. Beberapa bahkan masih belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Seperti para pekerja lepas dari beberapa event organizer besar dan para supir angkot yang belum mengalami peningkatan yang signifikan pada pendapatannya.
Pemerintah pun sempat bergerak untuk menuntaskan permasalahan para pekerja informal ini. Jika para pekerja formal sempat mendapatkan bantuan BLT sebesar Rp600.000 selama 4 bulan, para pekerja informal ini juga mendapatkan perlakuan yang sama. Sayang, BLT tentu tak bisa menutupi sejumlah seluruh kebutuhan para pekerja ini. Perlu ada solusi tegas dari pemerintah terkait penanganan wabah pandemik ini, untuk menstimulus roda ekonomi kembali berputar normal. (Baca juga: Ilmuwan Temukan Galaksi Terjauh di Alam Semesta, Ini Penampakannya )
(iqb)
Lihat Juga :