NASA Dipersenjatai Nuklir untuk Invasi Bulan dan Planet Mars
Kamis, 17 Desember 2020 - 23:36 WIB
loading...
Tampak ilustrasi sistem tenaga fisi di permukaan Mars dengan menggunakan empat unit bertenaga 10 kilowatt. Foto/NASA/Space.com
A
A
A
FLORIDA - Tenaga nuklir akan menjadi bagian besar dari upaya eksplorasi ruang angkasa Amerika Serikat ke depan, sebuah dokumen kebijakan baru menegaskan. (Baca juga: Luar Angkasa Berbahaya untuk Kesehatan, Masih Minat Jadi Astronot? )
Presiden Donald Trump , Rabu kemarin mengeluarkan Space Policy Directive-6 (SPD-6), yang menjabarkan strategi nasional untuk penggunaan yang bertanggung jawab dan efektif dari sistem tenaga nuklir dan propulsi (SNPP) luar angkasa.
"Tenaga nuklir luar angkasa dan propulsi adalah teknologi yang memungkinkan secara fundamental untuk misi luar angkasa Amerika ke Mars dan sekitarnya," kata Scott Pace, Wakil Asisten Presiden dan Sekretaris eksekutif Dewan Luar Angkasa Nasional, dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (16/12/2020).
"Amerika Serikat bermaksud untuk tetap menjadi pemimpin di antara negara-negara antariksa, menerapkan teknologi tenaga nuklir dengan aman, terjamin dan berkelanjutan di luar angkasa," kata Scott Pace lagi.
Sistem nuklir telah menjadi bagian penting dari portofolio eksplorasi AS selama beberapa dekade. Misalnya, banyak penjelajah robotik profil tertinggi NASA -termasuk probe antarbintang Voyager 1 dan Voyager 2, pesawat ruang angkasa New Horizons Pluto, dan penjelajah Curiosity Mars- telah mendapatkan tenaga mereka dari radioisotop thermoelectric generators (RTGs), yang mengubah panas yang dihasilkan menjadi listrik oleh peluruhan radioaktif plutonium-238.
Penggunaan sistem SNPP yang lebih ekstensif dapat membantu portofolio tersebut berkembang pesat dalam waktu dekat. Misalnya, NASA dan Departemen Energi AS sedang bekerja sama dalam proyek reaktor fisi yang disebut Kilopower, yang dapat menyediakan daya bagi awak pos pertama di Bulan dan Mars.
Terkait kemampuan ini, Administrator NASA, Jim Bridenstine, memuji tenaga penggerak termal nuklir yang memanfaatkan panas dari reaksi fisi untuk mempercepat propelan ke kecepatan luar biasa, sebagai pengubah permainan potensial untuk upaya eksplorasi ruang angkasa dalam badan tersebut.
Presiden Donald Trump , Rabu kemarin mengeluarkan Space Policy Directive-6 (SPD-6), yang menjabarkan strategi nasional untuk penggunaan yang bertanggung jawab dan efektif dari sistem tenaga nuklir dan propulsi (SNPP) luar angkasa.
"Tenaga nuklir luar angkasa dan propulsi adalah teknologi yang memungkinkan secara fundamental untuk misi luar angkasa Amerika ke Mars dan sekitarnya," kata Scott Pace, Wakil Asisten Presiden dan Sekretaris eksekutif Dewan Luar Angkasa Nasional, dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (16/12/2020).
"Amerika Serikat bermaksud untuk tetap menjadi pemimpin di antara negara-negara antariksa, menerapkan teknologi tenaga nuklir dengan aman, terjamin dan berkelanjutan di luar angkasa," kata Scott Pace lagi.
Sistem nuklir telah menjadi bagian penting dari portofolio eksplorasi AS selama beberapa dekade. Misalnya, banyak penjelajah robotik profil tertinggi NASA -termasuk probe antarbintang Voyager 1 dan Voyager 2, pesawat ruang angkasa New Horizons Pluto, dan penjelajah Curiosity Mars- telah mendapatkan tenaga mereka dari radioisotop thermoelectric generators (RTGs), yang mengubah panas yang dihasilkan menjadi listrik oleh peluruhan radioaktif plutonium-238.
Penggunaan sistem SNPP yang lebih ekstensif dapat membantu portofolio tersebut berkembang pesat dalam waktu dekat. Misalnya, NASA dan Departemen Energi AS sedang bekerja sama dalam proyek reaktor fisi yang disebut Kilopower, yang dapat menyediakan daya bagi awak pos pertama di Bulan dan Mars.
Terkait kemampuan ini, Administrator NASA, Jim Bridenstine, memuji tenaga penggerak termal nuklir yang memanfaatkan panas dari reaksi fisi untuk mempercepat propelan ke kecepatan luar biasa, sebagai pengubah permainan potensial untuk upaya eksplorasi ruang angkasa dalam badan tersebut.
Lihat Juga :