Vaksin Kebal COVID-19 Belum Terbukti, Bill Gates Minta Hindari Kerumunan
Rabu, 16 Desember 2020 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Dia pun menyarankan orang tetap ketat menjaga protokol kesehatan. "Jika kita mengikuti aturan, dalam soal memakai masker dan tidak banyak kontak, kita bisa menghindari persentase besar dari jumlah kematian itu," saran Bill Gates.
Dalam beberapa pekan terakhir, AS memang mengalami pertambahan jumlah kasus dan kematian akibat virus Corona dalam jumlah signifikan. Bill Gates sendiri yang pada 2015 lalu telah meramal akan ada pandemi mematikan itu mengaku terkejut, karena AS seharusnya bisa mengendalikannya lebih baik.
“Secara keseluruhan, ketika saya melakukan ramalan pada tahun 2015, saya berbicara tentang kematian yang berpotensi lebih tinggi," tuturnya.
Tapi, virus ini ternyata bisa lebih fatal dari yang diperkirakan Gates. Dia tak menyangka dampak dari virus ini hingga menggoyang ekonomi di AS dan di seluruh dunia jauh lebih besar dari yang diperkirakan lima tahun lalu.
Gates menambahkan, yayasannya telah mendanai banyak penelitian untuk vaksin. "Kami sangat tanggap. Kami adalah mitra dalam CEPI, yang merupakan penyandang dana terbesar kedua setelah Pemerintah AS," pungkasnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, AS memang mengalami pertambahan jumlah kasus dan kematian akibat virus Corona dalam jumlah signifikan. Bill Gates sendiri yang pada 2015 lalu telah meramal akan ada pandemi mematikan itu mengaku terkejut, karena AS seharusnya bisa mengendalikannya lebih baik.
“Secara keseluruhan, ketika saya melakukan ramalan pada tahun 2015, saya berbicara tentang kematian yang berpotensi lebih tinggi," tuturnya.
Tapi, virus ini ternyata bisa lebih fatal dari yang diperkirakan Gates. Dia tak menyangka dampak dari virus ini hingga menggoyang ekonomi di AS dan di seluruh dunia jauh lebih besar dari yang diperkirakan lima tahun lalu.
Gates menambahkan, yayasannya telah mendanai banyak penelitian untuk vaksin. "Kami sangat tanggap. Kami adalah mitra dalam CEPI, yang merupakan penyandang dana terbesar kedua setelah Pemerintah AS," pungkasnya.
(wbs)
Lihat Juga :