Luar Angkasa Berbahaya untuk Kesehatan, Masih Minat Jadi Astronot?

Minggu, 13 Desember 2020 - 22:40 WIB
loading...
A A A
Perawatan Astronot
Dengan memvalidasi studi sebelumnya tentang efek kesehatan dari penerbangan luar angkasa dan memperluas pemahaman kita tentang keadaan ekstrem ini pada tubuh manusia, para ilmuwan dapat mulai mempertimbangkan dan mengembangkan tindakan pencegahan, perawatan, dan terapi potensial sehingga astronot masa depan yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar angkasa -baik mereka tinggal di pemukiman di bulan atau bepergian lebih jauh ke Mars- juga bisa lebih siap menghadapi apa yang diharapkan.

Sementara para insinyur dan ilmuwan saat ini sedang mengerjakan cara-cara untuk mengurangi jumlah radiasi berbahaya yang terpapar astronot -yang menurut para ilmuwan merupakan faktor besar dalam banyak efek kesehatan negatif dari penerbangan luar angkasa. "Mereka juga mempertimbangkan obat apa yang bisa efektif dalam mengurangi efek ini," imbuh Mason.

Bailey menambahkan, pada dasarnya pekerjaan ini menciptakan pemahaman yang jauh lebih besar dan lebih konkret tentang efek-efek ini. Misalnya, perpanjangan telomer dapat menyebabkan peningkatan aktivasi kromosom dan peningkatan risiko kanker.

"Di sisi lain, beberapa astronot yang mungkin menunjukkan telomer yang lebih pendek dari perkiraan sebenarnya berisiko terkena penyakit kardiovaskular," katanya mengingatkan.

Sementara memikirkan tentang bagaimana mendeteksi atau bahkan merawat kondisi kesehatan yang begitu serius dari Bumi pada astronot di stasiun luar angkasa, Bulan atau bahkan Mars adalah tugas yang menakutkan, ini adalah hal-hal yang perlu kita pertimbangkan jika astronot akan menghabiskan waktu yang jauh lebih lama di luar angkasa.

Langkah Antisipasi Selanjutnya
Untuk lebih memahami mengapa hal-hal seperti elongasi telomer terjadi selama penerbangan luar angkasa, para peneliti akan terus mempelajari fenomena tersebut seiring berjalannya waktu. "Faktanya, kami berharap sebanyak 31 astronot selama 10 tahun ke depan melakukan penelitian yang sangat mirip," kata Bailey.

Lebih lanjut dikatakan, karena korps astronot semakin beragam, terutama dengan ledakan dalam penerbangan antariksa komersial, itu akan semakin mendiversifikasi data mereka. "Hal ini membantu membuat temuan mereka serbaguna dan berguna mungkin ketika mempertimbangkan kesehatan astronot masa depan," tambahnya. (Baca juga: Dari Tagar Trending, Puisi dan Video Diunggah Warganet Harap HRS Dibebaskan )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Ternyata Bawa iPhone 17 Pro Max ke Bulan
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Berhasil Ungkap Sisi Tergelap Bulan
Astronot NASA Siap Tinggalkan...
Astronot NASA Siap Tinggalkan ISS karena Masalah Kesehatan
Diterjang Badai Debu,...
Diterjang Badai Debu, Astronot Deteksi Petir di Mars
Merinding! Setelah 50...
Merinding! Setelah 50 Tahun Melayang di Antariksa, Voyager 1 Tiba di Tepi Tata Surya
Astronot Yakin Penduduk...
Astronot Yakin Penduduk Bumi Akan Dipindahkan ke Planet Ini Tidak Lama Lagi
Unik! Katy Perry Gunakan...
Unik! Katy Perry Gunakan Topeng Astronot di Met Gala 2026
Profil Pratiwi Sudarmono:...
Profil Pratiwi Sudarmono: Astronot Wanita Pertama Asia dari Indonesia yang Juga Guru Besar UI
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II: Misi Bersejarah NASA Kelilingi Bulan Setelah 54 Tahun
Rekomendasi
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Berita Terkini
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Infografis
Jaminan Kesehatan Mantan...
Jaminan Kesehatan Mantan Menteri dan Keluarganya Jadi Beban APBN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved