Takut dengan Kemajuan China di Luar Angkasa, Trump Rilis Kebijakan Baru
Sabtu, 12 Desember 2020 - 00:08 WIB
loading...
A
A
A
"Kebijakan ini mewakili pendekatan seluruh-pemerintah yang mengakui ruang sebagai keharusan nasional," kata Trump lagi
Dalam pertemuan NSC tersebut, AS tampaknya khawatir akan nasib dominasinya di ruang angkasa. Ya dominasi yang telah lama dipegang Amerika Serikat belakangan ini mendapat ancaman serius. Mereka menyebut ancaman utama datang dari China dan Rusia.
"Misalnya, kedua negara secara aktif mengembangkan teknologi antisatelit yang dapat menghancurkan atau menonaktifkan satelit Amerika," kata Direktur Intelijen Nasional John Ratcliffe.
"Singkatnya, ancaman terhadap Amerika Serikat dan sistem antariksa sekutu terus tumbuh, dan kita seharusnya tidak membiarkan ancaman itu tumbuh tanpa henti," kata Ratcliffe dalam pertemuan NSC.
Dia menegaskan, kebijakan luar angkasa nasional yang baru dikeluarkan mengungkap bahawa ruang angkasa harus menjadi domain intelijen prioritas. Lebih lanjut dijelaskan, timnya sedang bekerja dengan para pemimpin Angkatan Luar Angkasa AS untuk mengevaluasi apakah cabang militer baru tersebut akan bergabung sebagai anggota ke-18 komunitas intelijen Amerika. "Keputusan tentang itu diharapkan dalam satu atau dua bulan ke depan," kata Ratcliffe.
Dalam pertemuan NSC tersebut, AS tampaknya khawatir akan nasib dominasinya di ruang angkasa. Ya dominasi yang telah lama dipegang Amerika Serikat belakangan ini mendapat ancaman serius. Mereka menyebut ancaman utama datang dari China dan Rusia.
"Misalnya, kedua negara secara aktif mengembangkan teknologi antisatelit yang dapat menghancurkan atau menonaktifkan satelit Amerika," kata Direktur Intelijen Nasional John Ratcliffe.
"Singkatnya, ancaman terhadap Amerika Serikat dan sistem antariksa sekutu terus tumbuh, dan kita seharusnya tidak membiarkan ancaman itu tumbuh tanpa henti," kata Ratcliffe dalam pertemuan NSC.
Dia menegaskan, kebijakan luar angkasa nasional yang baru dikeluarkan mengungkap bahawa ruang angkasa harus menjadi domain intelijen prioritas. Lebih lanjut dijelaskan, timnya sedang bekerja dengan para pemimpin Angkatan Luar Angkasa AS untuk mengevaluasi apakah cabang militer baru tersebut akan bergabung sebagai anggota ke-18 komunitas intelijen Amerika. "Keputusan tentang itu diharapkan dalam satu atau dua bulan ke depan," kata Ratcliffe.
Lihat Juga :