Roket SpaceX Meledak saat Uji Coba, Ini Penjelasan Elon Musk
Kamis, 10 Desember 2020 - 16:54 WIB
loading...
Elon Musk menjelaskan, saat mendarat tanki bahan bakarnya mendapat tekanan rendah, sehingga menyebabkan kecepatan mendarat jadi tinggi dan RUD pun terjadi. Foto/Ist.
A
A
A
TEXAS - Rabu (9/12) pukul 17.45 waktu setempat, roket purwarupa Starship SN8 milik SpaceX menjalani uji coba penerbangan perdananya di fasilitas roket perusahaan di Boca Chica, Texas. Namun, roket itu meledak. BACA JUGA: Xiaomi Kenalkan Entertainment Flagship Mi 10T dan Mi 10T Pro Mulai Rp6 Jutaan
CEO Space SpaceX, enggan menyebut bahwa bahwa ledakan tersebut merupakan sebuah kesalahan. Menurutnya, kejadian itu merupakan RUD (Rapid Unscheduled Disassembly). Padahal, kata lainnya adalah meledak.
Musk menjelaskan, saat mendarat tanki bahan bakarnya mendapat tekanan rendah, sehingga menyebabkan kecepatan mendarat jadi tinggi dan RUD pun terjadi.
"Tapi kita sudah dapat semua data yang dibutuhkan! Selamat tim SpaceX, hell yeah!!" tulis Musk di akun Twitternya, Kamis (10/12).
Namun, John Carmarck, peneliti AI, CTO Oculus VR dan pendiri Id Software dan Armadillo Aerospace, yang juga merupakan kolega Musk mempertanyakan kebenaran mengenai uji coba tersebut berhasil atau tidak.
BACA JUGA: Baru Lulus, Aplikasi Siswa Apple Developer Academy Sudah Nongol di App Store
Musk pun menjawab bahwa dari video yang diambil menggunakan drone, menjelaskan semua kejadiannya. Menurutnya, sebelum ledakan, sirip roket kehilangan kekuatan dan terjadi hardover (permukaan kendali melebihi batas).
Kemudian, mesin roket tersebut mencoba menyeimbangkan, tapi roketnya menghantam dengan sudut 45 derajat, lalu mematahkan kaki dan bagian mesin. Sisa bahan bakar dan oksigen tercampur dan menimbulkan ledakan.
"Ini kejadian RUD (rapid unscheduled disassembly). Roketnya tidak apa-apa, perbaikan minor. Hari yang menyenangkan!" tambah Musk.
Purwarupa roket Starship SN8 ini melakukan uji coba untuk menembus ketinggian 12,5 km dan melakukan sejumlah manuver di angkasa, termasuk 'belly flop' yang membuat roket mengubah posisinya menjadi horizontal sebelum mendarat.
Namun, roket setinggi 50 meter ini justru gagal di tahapan akhir. Meski berhasil sampai target pendaratannya, tapi karena turun terlalu cepat menyebabkan roket tersebut meledak hanya 6 menit dan 42 detik setelah meluncur.
CEO Space SpaceX, enggan menyebut bahwa bahwa ledakan tersebut merupakan sebuah kesalahan. Menurutnya, kejadian itu merupakan RUD (Rapid Unscheduled Disassembly). Padahal, kata lainnya adalah meledak.
Musk menjelaskan, saat mendarat tanki bahan bakarnya mendapat tekanan rendah, sehingga menyebabkan kecepatan mendarat jadi tinggi dan RUD pun terjadi.
"Tapi kita sudah dapat semua data yang dibutuhkan! Selamat tim SpaceX, hell yeah!!" tulis Musk di akun Twitternya, Kamis (10/12).
Namun, John Carmarck, peneliti AI, CTO Oculus VR dan pendiri Id Software dan Armadillo Aerospace, yang juga merupakan kolega Musk mempertanyakan kebenaran mengenai uji coba tersebut berhasil atau tidak.
BACA JUGA: Baru Lulus, Aplikasi Siswa Apple Developer Academy Sudah Nongol di App Store
Musk pun menjawab bahwa dari video yang diambil menggunakan drone, menjelaskan semua kejadiannya. Menurutnya, sebelum ledakan, sirip roket kehilangan kekuatan dan terjadi hardover (permukaan kendali melebihi batas).
Kemudian, mesin roket tersebut mencoba menyeimbangkan, tapi roketnya menghantam dengan sudut 45 derajat, lalu mematahkan kaki dan bagian mesin. Sisa bahan bakar dan oksigen tercampur dan menimbulkan ledakan.
"Ini kejadian RUD (rapid unscheduled disassembly). Roketnya tidak apa-apa, perbaikan minor. Hari yang menyenangkan!" tambah Musk.
Purwarupa roket Starship SN8 ini melakukan uji coba untuk menembus ketinggian 12,5 km dan melakukan sejumlah manuver di angkasa, termasuk 'belly flop' yang membuat roket mengubah posisinya menjadi horizontal sebelum mendarat.
Namun, roket setinggi 50 meter ini justru gagal di tahapan akhir. Meski berhasil sampai target pendaratannya, tapi karena turun terlalu cepat menyebabkan roket tersebut meledak hanya 6 menit dan 42 detik setelah meluncur.
(dan)
Lihat Juga :