Kaspersky: 3 dari 10 Orang Asia Pasifik Punya Akun Medsos Anonim
Selasa, 08 Desember 2020 - 19:21 WIB
loading...
Survei Kaspersky menyebut, dengan menggunakan akun anonim individu bisa memanfaatkan kebebasan berbicara sambil melakukan aktivitas lainnya.
A
A
A
JAKARTA - Kaspersky merilis survei terbaru mengenai pengguna akun anonim di Asia Pasifik (APAC). Survei perusahaan keamanan global ini menyatakan lebih dari 3 dari 10 orang memiliki akun media sosial tanpa nama asli, foto dan informasi identitas pribadi. BACA JUGA: Laptop vs Tablet untuk Belajar Online dan Bekerja di Rumah, Mana yang Lebih Unggul?
Survei itu dilakukan November lalu kepada 1.240 responden. Bertajuk " Digital Reputation ". Dari hasil survei itu terkuak bahwa kekuatan anonimitas paling banyak digunakan di Asia Tenggara sebesar 35%, diikuti oleh Asia Selatan sebesar 28% dan Australia sebesar 20%.
Platform yang paling banyak digunakan oleh pengguna yang ingin menjaga identitasnya adalah Facebook (70%), YouTube (37%), Instagram (33%), dan Twitter (25%).
Meskipun mungkin tidak terdengar seperti hal yang umum, penggunaan profil tanpa nama dan wajah memiliki dua persepsi.
Dari hasil survei Kaspersky , dengan menggunakan akun anonim, memungkinkan individu untuk memanfaatkan kebebasan berbicara tetapi pada saat yang sama juga untuk melakukan aktivitas lainnya.
Persentase yang dikuantifikasi adalah hampir setengah (49%) dari yang disurvei menyatakan bahwa mereka menggunakan akun anonim untuk memanfaatkan kebebasan berbicara tanpa memengaruhi reputasi mereka, sementara 48% ingin mencurahkan kepentingan dan minat rahasia mereka tanpa diketahui oleh sesama teman atau kolega.
Survei itu dilakukan November lalu kepada 1.240 responden. Bertajuk " Digital Reputation ". Dari hasil survei itu terkuak bahwa kekuatan anonimitas paling banyak digunakan di Asia Tenggara sebesar 35%, diikuti oleh Asia Selatan sebesar 28% dan Australia sebesar 20%.
Platform yang paling banyak digunakan oleh pengguna yang ingin menjaga identitasnya adalah Facebook (70%), YouTube (37%), Instagram (33%), dan Twitter (25%).
Meskipun mungkin tidak terdengar seperti hal yang umum, penggunaan profil tanpa nama dan wajah memiliki dua persepsi.
Dari hasil survei Kaspersky , dengan menggunakan akun anonim, memungkinkan individu untuk memanfaatkan kebebasan berbicara tetapi pada saat yang sama juga untuk melakukan aktivitas lainnya.
Persentase yang dikuantifikasi adalah hampir setengah (49%) dari yang disurvei menyatakan bahwa mereka menggunakan akun anonim untuk memanfaatkan kebebasan berbicara tanpa memengaruhi reputasi mereka, sementara 48% ingin mencurahkan kepentingan dan minat rahasia mereka tanpa diketahui oleh sesama teman atau kolega.
Lihat Juga :