Fisikawan China Tantang Kehebatan Kuantum Google

Sabtu, 05 Desember 2020 - 20:16 WIB
loading...
A A A
Tahun lalu, para peneliti di laboratorium komputasi kuantum Google di Santa Barbara, California, mengumumkan demonstrasi keunggulan kuantum yang pertama kali. Mereka menggunakan perangkat Sycamore canggih, yang memiliki 53 bit kuantum (qubit) yang terbuat dari sirkuit superkonduktor yang disimpan pada suhu sangat dingin2.

Tetapi beberapa peneliti kuantum membantah klaim tersebut, dengan alasan algoritma klasik lebih baik yang akan mengungguli kuantum dapat eksis. Dan para peneliti di IBM mengklaim superkomputer klasiknya dapat menjalankan algoritma yang ada untuk melakukan perhitungan sama dalam 2,5 hari.

Untuk mendemonstrasikan keunggulan kuantum secara meyakinkan, tidak mungkin metode klasik yang jauh lebih cepat dapat ditemukan untuk tugas yang sedang diuji. Tim Hefei, yang dipimpin oleh Pan dan Chao-Yang Lu, memilih masalah yang berbeda untuk peragaannya, yang disebut boson sampling. Ini dirancang pada tahun 2011 oleh dua ilmuwan komputer, Scott Aaronson dan Alex Arkhipov4, di Massachusetts Institute of Technology di Cambridge. Ini memerlukan perhitungan distribusi probabilitas banyak boson -kategori partikel fundamental yang mencakup foton- yang gelombang kuantumnya saling mengganggu dengan cara yang pada dasarnya mengacak posisi partikel.

Probabilitas mendeteksi boson pada posisi tertentu dapat dihitung dari persamaan di banyak faktor yang tidak diketahui.

200 Detik
Tetapi perhitungan dalam kasus ini adalah '# P-hard problem', yang bahkan lebih sulit daripada masalah NP-hard yang terkenal rumit, di mana jumlah solusi meningkat secara eksponensial dengan jumlah variabel. Untuk puluhan boson, Aaronson dan Arkhipov menunjukkan bahwa tidak ada jalan pintas klasik untuk perhitungan yang sangat panjang.

Komputer kuantum, bagaimanapun, dapat menghindari kalkulasi brute-force dengan mensimulasikan proses kuantum secara langsung -memungkinkan boson untuk mengganggu dan mengambil sampel distribusi yang dihasilkan. Untuk melakukan ini, Pan dan rekannya memilih untuk menggunakan foton sebagai qubit-nya. Mereka melakukan tugas tersebut pada komputer kuantum fotonik yang bekerja pada suhu kamar.

Mulai dari pulsa laser, para peneliti mengkodekan informasi dalam posisi spasial dan polarisasi keadaan foton tertentu -orientasi medan elektromagnetik foton. Status ini kemudian disatukan untuk mengganggu satu sama lain dan menghasilkan distribusi foton yang mewakili keluaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaringan Sistem Komputer...
Jaringan Sistem Komputer Kuantum Diperkenalkan, Ini Kelebihannya
Meksiko Siap Bikin Superkomputer...
Meksiko Siap Bikin Superkomputer 314 Petaflop Bernama Dewi Aztec
Superkomputer Tercepat...
Superkomputer Tercepat di Dunia Bisa Memprediksi Tsunami dalam 0,2 Detik
IBM Ciptakan Komputer...
IBM Ciptakan Komputer Kuantum, 20.000 Kali Lebih Kuat dari yang Ada
China Siap Bangun Superkomputer...
China Siap Bangun Superkomputer di Luar Angkasa, Lagi-lagi AS Kalah
HP Printer Pertama di...
HP Printer Pertama di Dunia yang Melindungi dari Serangan Komputer Kuantum
Peneliti Universitas...
Peneliti Universitas Jember Buktikan Tanaman Liar Kalimantan Efektif Turunkan Gula Darah
Kasus Riset Palsu Demi...
Kasus Riset Palsu Demi Plesiran, Mendiktisaintek Ungkap Temuan Awal
Polemik Peneliti Pakai...
Polemik Peneliti Pakai Riset Palsu di Forum Ilmiah Dunia, DPR Dorong Investigasi
Rekomendasi
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved