Pesawat Chang'e 5 China Kembali ke Bumi, Bawa Debu dari Bulan
Jum'at, 04 Desember 2020 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Pesawat ruang angkasa itu sibuk sejak mendarat di dekat puncak Mons Rümker, sebuah gunung di wilayah bulan di Oceanus Procellarum (Ocean of Storms), setelah pukul 11 malam waktu Beijing pada hari Selasa.
Selama pendaratan di Bulan wahana antariksa ini mengambil sekitar 1,5 kg batu dan tanah dari permukaan menggunakan lengan robotik dan mengebor sekitar 2 meter untuk 500 gram sampel bawah tanah. Semua itu harus dilakukan sebelum baterai solar-nya kehabisan daya.
Wakil kepala desainer pesawat luar angkasa, Hong Xin, dan timnya di Institut Propulsi Luar Angkasa Shanghai, mengaku tegang menantikan momen saat Chang'e 5 kembali ke Bumi. (Baca juga : Keren, Louis Vuitton Kolaborasi dengan Maison Bikin Sepeda )
Kekhawatiran terbesar mereka adalah lepas landas dari bulan mesin roket di ascender harus tahan terhadap panas siang hari yang membakar dan tantangan lingkungan lainnya. Ada juga kemungkinan ada bagian bisa lepas saat Chang'e 5 mendarat, dan debu bulan dapat mengganggu komponen atau sensor.
Untuk mengurangi risiko itu, tim dan Hong membangun mesin roket dengan presisi pembuat jam tangan sehingga mereka bisa menangani ekspansi atau kontraksi apapu yang disebabkan oleh variasi suhu sambil mencegah masuknya debu atau puing, demikian menurut China Space News.
Selama pendaratan di Bulan wahana antariksa ini mengambil sekitar 1,5 kg batu dan tanah dari permukaan menggunakan lengan robotik dan mengebor sekitar 2 meter untuk 500 gram sampel bawah tanah. Semua itu harus dilakukan sebelum baterai solar-nya kehabisan daya.
Wakil kepala desainer pesawat luar angkasa, Hong Xin, dan timnya di Institut Propulsi Luar Angkasa Shanghai, mengaku tegang menantikan momen saat Chang'e 5 kembali ke Bumi. (Baca juga : Keren, Louis Vuitton Kolaborasi dengan Maison Bikin Sepeda )
Kekhawatiran terbesar mereka adalah lepas landas dari bulan mesin roket di ascender harus tahan terhadap panas siang hari yang membakar dan tantangan lingkungan lainnya. Ada juga kemungkinan ada bagian bisa lepas saat Chang'e 5 mendarat, dan debu bulan dapat mengganggu komponen atau sensor.
Untuk mengurangi risiko itu, tim dan Hong membangun mesin roket dengan presisi pembuat jam tangan sehingga mereka bisa menangani ekspansi atau kontraksi apapu yang disebabkan oleh variasi suhu sambil mencegah masuknya debu atau puing, demikian menurut China Space News.
(wsb)
Lihat Juga :