Dominasi Kereta Berkecepatan Tinggi Antara China dan Jepang
Senin, 30 November 2020 - 01:21 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, China akan membangun kereta maglev untuk dioperasikan dengan tujuan Shanghai dan kota pelabuhan timur, Ningbo. Proyek ini diperkirakan menghabiskan dana senilai 100 miliar yuan atau setara dengan USD 15 miliar dan diperkirakan selesai pada 2035.
Ada sebuah pertanyaan kenapa pembangunan kereta maglev membutuhkan dana yang begitu fantastis? Tenyata, mahalnya pembangunan kereta maglev disebabkan oleh penggalian terowongan yang melewati jalur-jalur tertentu seperti pedesaan hingga pegunungan.
Para ahli transportasi menilai bahwa Jepang dan China memiliki kesempatan besar dalam melakukan ekspor teknologi berikutnya saat berhasil menyelesaikan proyek kereta maglev tepat waktu. Nilai proyek infrstruktur kereta ini pun diperkirakan akan lebih besar dari biaya percobaan sebelumnya.
"Teknologi maglev memiliki potensi ekspor yang sangat besar dan proyek domestik China dan Jepang seperti jendela toko tentang bagaimana teknologi itu berhasil diterapkan di luar negeri," kata Christopher Hood, profesor di Universitas Cardiff yang mempelajari dan menulis buku tentang shinkansen Jepang, dikutip dari Techxplore.
Seperti yang diketahui bersama bahwa Jepang merupakan salah satu pencipta kereta peluru pertama di dunia atau shinkansen. Jepang juga menjadi pemasok utama untuk proyek kereta cepat global sejak lama.
Ada sebuah pertanyaan kenapa pembangunan kereta maglev membutuhkan dana yang begitu fantastis? Tenyata, mahalnya pembangunan kereta maglev disebabkan oleh penggalian terowongan yang melewati jalur-jalur tertentu seperti pedesaan hingga pegunungan.
Para ahli transportasi menilai bahwa Jepang dan China memiliki kesempatan besar dalam melakukan ekspor teknologi berikutnya saat berhasil menyelesaikan proyek kereta maglev tepat waktu. Nilai proyek infrstruktur kereta ini pun diperkirakan akan lebih besar dari biaya percobaan sebelumnya.
"Teknologi maglev memiliki potensi ekspor yang sangat besar dan proyek domestik China dan Jepang seperti jendela toko tentang bagaimana teknologi itu berhasil diterapkan di luar negeri," kata Christopher Hood, profesor di Universitas Cardiff yang mempelajari dan menulis buku tentang shinkansen Jepang, dikutip dari Techxplore.
Seperti yang diketahui bersama bahwa Jepang merupakan salah satu pencipta kereta peluru pertama di dunia atau shinkansen. Jepang juga menjadi pemasok utama untuk proyek kereta cepat global sejak lama.
Lihat Juga :