Cara MuslimPro Setor Data Umat Islam ke USSOCOM
Selasa, 17 November 2020 - 12:56 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian cara kedua dengan melibatkan perusahaan bernama X-Mode. Perusahaan ini mendapatkan data lokasi langsung dari aplikasi, lalu dijual ke kontraktor dan terhubung langsung dengan militer AS.
X-Mode membayar biaya kepada pengembang aplikasi berdasarkan jumlah pengguna yang dimiliki. Jadi, jika sebuah aplikasi memiliki 50.000 pengguna aktif harian di AS, maka pengembang akan mendapaykan dana USD1.500 atau sekitar Rp21 juta setiap bulannya.
Aplikasi MuslimPro diketahui paling banyak mengirim data penggunanya ke X-Mode. Pengiriman berasal dari Muslim Pro yang digunakan para smartphone berbasis Android dan iOS.
Tak hanya itu, Vice Motherboard juga menambahkan bahwa data nama jaringan, stempel waktu, dan model ponsel yang digunakan, masuk ke dalam penjualan data.
Sejauh ini, pihak MuslimPro belum memberikan keterangn resmi mengenai laporan tersebut, meski kadung tersebar di banyak negara.
X-Mode membayar biaya kepada pengembang aplikasi berdasarkan jumlah pengguna yang dimiliki. Jadi, jika sebuah aplikasi memiliki 50.000 pengguna aktif harian di AS, maka pengembang akan mendapaykan dana USD1.500 atau sekitar Rp21 juta setiap bulannya.
Aplikasi MuslimPro diketahui paling banyak mengirim data penggunanya ke X-Mode. Pengiriman berasal dari Muslim Pro yang digunakan para smartphone berbasis Android dan iOS.
Tak hanya itu, Vice Motherboard juga menambahkan bahwa data nama jaringan, stempel waktu, dan model ponsel yang digunakan, masuk ke dalam penjualan data.
Sejauh ini, pihak MuslimPro belum memberikan keterangn resmi mengenai laporan tersebut, meski kadung tersebar di banyak negara.
(wbs)
Lihat Juga :