Perubahan Orbit, Asteroid Apophis Jadi Ancaman Nyata Bumi

Selasa, 17 November 2020 - 09:57 WIB
loading...
Perubahan Orbit, Asteroid...
Ilustrasi planet bumi. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Para ilmuwan sedang mengawasi asteroid Apophis, sebuah asteroid besar yang berpotensi menabrak Bumi pada tahun 2068 mendatang. Meski begitu, potensi benturan tersebut masih sangat rendah. BACA JUGA - Mirip di Palu, Fenomena Alam Menakutkan 'Likuifaksi' Guncang Irlandia

Namun, batuan luar angkasa itu juga terdeteksi bergerak lebih cepat dari biasanya, dan mengalami pergeseran orbit sejauh 170 meter per tahun. Artinya, ada kemungkinan paling cepat asteroid Apophis mendekati Bumi pada April 2029. BACA JUGA - Berdenyut 26 Detik Sekali, Ahli Sebut Bumi dalam Keadaan Genting

Tetapi para ilmuwan lebih mengkhawatirkan kejadian pada 2068, karena ada kemungkinan menabrak Bumi 1 berbanding 150.000, yang masih tergolong kecil.

Melansir dari Live Science, Senin (16/11/2020), pergeseran orbit yang terjadi pada asteroid berukuran 340 meter itu akibat paparan panas yang diterima oleh radiasi Matahari. Kejadian ini disebut sebagai akselerasi Yarkovsky.

"Panas yang dipancarkan kembali oleh asteroid membuatnya sedikit terdorong keluar dari orbit," jelas David Tholen, astronom dari Universitas Hawaii, Amerika Serikat.

"Skenario tabrakan pada 2068 belum bisa diabaikan. Kami harus menelitinya dengan sungguh-sungguh," tambah Tholen.

Asteroid Apophis ditemukan pertama kali pada 2004, diprediksi akan melintas dekat Bumi pada 2029 dan 2036. Para astronom berharap ketika itu mereka bisa menghitung dengan lebih pasti apakah Bumi akan ditabrak pada 2068.

Perubahan orbit ditemukan para ilmuwan pada Januari dan Maret lalu, setelah mengikuti perjalan asteroid tersebut menggunakan Teleskop Subaru di Hawaii.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
Rekomendasi
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved