Susul China dan AS, Inggris Siap Sebar Vaksin COVID-19

Kamis, 16 April 2020 - 10:01 WIB
loading...
Susul China dan AS,...
Peneliti di Inggris siap menguji vaksin COVID-19 dan akan dites massal minggu depan. FOTO/ Getty
A A A
LONDON - Menyusul Amerika Serikat dan China, Universitas Oxford Inggris akan memulai uji coba vaksin virus corona pada manusia minggu depan dan akan segera diluncurkan segera bulan September 2020.


Ilmuwan-ilmuwan top Inggris di Oxford telah mengumumkan bahwa mereka akan memulai tes dalam beberapa hari ke depan dengan tujuan melawan penyebaran virus corona.

Vaksin eksperimental telah diuji pada hewan yang berbeda dan telah terbukti menjanjikan, dengan langkah selanjutnya adalah menggunakannya pada manusia dan untuk membuktikan bahwa vaksin itu aman.

Tim Oxford adalah salah satu dari ratusan peneliti di seluruh dunia untuk mengembangkan vaksin Covid-19, yang dikhawatirkan para ahli dapat memakan waktu selama 18 bulan.

Ada lebih dari 70 jab potensial saat ini dalam pengembangan di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tiga kelompok berbeda - satu di China dan dua di AS - telah memulai uji coba terhadap manusia, dengan Inggris kini tampak sebagai yang berikutnya.

Program vaksin Oxford telah merekrut 510 orang, berusia antara 18 dan 55 tahun, untuk mengambil bagian dalam percobaan pertama, lapor Mail Online.

Mereka akan menerima vaksin ChAdOx1 nCoV-19 - yang telah dikembangkan di Oxford - atau injeksi kontrol untuk perbandingan.

Profesor Adrian Hill, yang akan memimpin penelitian, mengatakan: "Kami akan menjalani uji coba manusia minggu depan. Kami telah menguji vaksin di beberapa spesies hewan yang berbeda.

"Kami telah mengambil pendekatan yang cukup hati-hati, tetapi cepat untuk menilai vaksin yang sedang kami kembangkan." tutur Adrian seperti dilansir Daily, Kamis (16/4/2020).

Vaksin menguji pada simpanse, yang disuntik dengan coronavirus untuk menghasilkan antibodi yang dapat digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan manusia.

Diharapkan vaksin, yang dikembangkan oleh Jenner Institute dan tim klinis Grup Vaksin Oxford, akan siap pada bulan September.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Google Berniat Lepaskan...
Google Berniat Lepaskan 32 Juta Nyamuk Jantan Steril di AS
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Kasus Riset Palsu Demi...
Kasus Riset Palsu Demi Plesiran, Mendiktisaintek Ungkap Temuan Awal
Rekomendasi
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
Berita Terkini
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved