VIMANAMAIL Deteksi Metamorfosis Spam yang Semakin Menakutkan
Jum'at, 13 November 2020 - 11:25 WIB
loading...
A
A
A
2. Tidak ada lagi salah pengejaan atau salah susunan kalimat dalam badan email, dulu kita masih dapat dengan mudah mengenali email bermasalah
dengan melihat susunan kalimat dan pengejaan, tapi tidak kali ini. Mereka juga mampu menempatkan diri dengan sangat baik, menyesuaikan
setiap kalimat sesuai dengan tujuan email. Dalam kasus email gadungan dari bank di atas, mereka membuat kalimat yang lugas dan tegas sehingga terlihat sangat menyakinkan siapa pun yang membacanya.
3. SPAM tanpa Attachment sudah terlihat kuno. Pelaku kejahatan mulai aktif menyisipkan file attachment yang merupakan perantara (vektor) dari
malware/ransomware. Contoh gambar diatas (attachment: ‘kwitansi bank 0070620200012-pdf.gz) menunjukkan penamaan yang semakin berbahasa
indonesia yang baik, namun tetap berbahaya.
Seolah terlihat sebagai file PDF namun extension yang digunakan berbeda. File vektor ini dibuat sedemikan rupa agar dapat dijalankan dan kemudian akan mengunduh malware/ransomware utama.
4. Email yang sempurna adalah email yang terlihat biasa, berkamuflase di balik kata-kata sederhana seperti email yang kita terima setiap harinya,
begitu santun, akrab layaknya bicara dengan orang yang telah dikenal lama.
“Bertahun-tahun kita disuguhi dengan unsolicited email, atau email yang tidak diinginkan dikirim dari berbagai penjuru dunia, kini hal tersebut sudah tidak
berlaku lagi, penjahat siber sekarang mampu membuat email yang lebih menyakinkan, dengan sender yang kredibel, header yang begitu persuasif dan
isi email yang membumi,” Ungkap Yudhi Kukuh IT Security Consultant PT Prosperita Mitra Indonesia.
“Spammer email juga mengubah kebiasaan lama yang biasa memanfaatkan open relay untuk mendompleng email yang ingin mereka kirim dengan
membeli domain valid untuk menyakinkan target. Atau mengeksploitasi network email perusahaan-perusahaan yang belum dikelola dengan baik,”
tambah Yudhi.
dengan melihat susunan kalimat dan pengejaan, tapi tidak kali ini. Mereka juga mampu menempatkan diri dengan sangat baik, menyesuaikan
setiap kalimat sesuai dengan tujuan email. Dalam kasus email gadungan dari bank di atas, mereka membuat kalimat yang lugas dan tegas sehingga terlihat sangat menyakinkan siapa pun yang membacanya.
3. SPAM tanpa Attachment sudah terlihat kuno. Pelaku kejahatan mulai aktif menyisipkan file attachment yang merupakan perantara (vektor) dari
malware/ransomware. Contoh gambar diatas (attachment: ‘kwitansi bank 0070620200012-pdf.gz) menunjukkan penamaan yang semakin berbahasa
indonesia yang baik, namun tetap berbahaya.
Seolah terlihat sebagai file PDF namun extension yang digunakan berbeda. File vektor ini dibuat sedemikan rupa agar dapat dijalankan dan kemudian akan mengunduh malware/ransomware utama.
4. Email yang sempurna adalah email yang terlihat biasa, berkamuflase di balik kata-kata sederhana seperti email yang kita terima setiap harinya,
begitu santun, akrab layaknya bicara dengan orang yang telah dikenal lama.
“Bertahun-tahun kita disuguhi dengan unsolicited email, atau email yang tidak diinginkan dikirim dari berbagai penjuru dunia, kini hal tersebut sudah tidak
berlaku lagi, penjahat siber sekarang mampu membuat email yang lebih menyakinkan, dengan sender yang kredibel, header yang begitu persuasif dan
isi email yang membumi,” Ungkap Yudhi Kukuh IT Security Consultant PT Prosperita Mitra Indonesia.
“Spammer email juga mengubah kebiasaan lama yang biasa memanfaatkan open relay untuk mendompleng email yang ingin mereka kirim dengan
membeli domain valid untuk menyakinkan target. Atau mengeksploitasi network email perusahaan-perusahaan yang belum dikelola dengan baik,”
tambah Yudhi.
Lihat Juga :