Ilmuwan Kembangkan Alat Tes Malaria Sederhana dan Murah
Jum'at, 06 November 2020 - 08:05 WIB
loading...
A
A
A
"Kami fokus mendeteksi malaria. Namun, kami juga dapat mengadaptasi teknologi ini untuk mendeteksi penyakit lain yang penandanya muncul dalam cairan interstisial," kata Lillehoj, dikutip dari Technology.
Alat tes mandiri yang menyerupai perban ini merupakan hasil pengembangan Lillehoj dan Xue Jiang, peneliti di Universitas Rice. Teknologi buatan mereka mampu memberikan hasil dalam waktu 20 menit dan tanpa peralatan tambahan.
Teknologi ini memiliki 16 jarum mikro berongga dalam susunan 4x4 di satu sisi. Sedangkan, disisi lainnya ditambahkan dengan strip uji aliran berbasis antibodi.
Antibodi bereaksi saat mereka merasakan penanda biologi untuk malaria dan mengubah dua garis pembacaan pada permukaan strip yang terbuka menjadi merah. Jika tesnya negatif, hanya satu garis yang berubah menjadi merah.
Jarum diperlakukan hidrofilik atau menarik air agar fluida ditarik masuk dan mengalir ke strip uji. Setelah tes selesai, perangkat dapat dilepas seperti perban biasa.
Alat tes mandiri yang menyerupai perban ini merupakan hasil pengembangan Lillehoj dan Xue Jiang, peneliti di Universitas Rice. Teknologi buatan mereka mampu memberikan hasil dalam waktu 20 menit dan tanpa peralatan tambahan.
Teknologi ini memiliki 16 jarum mikro berongga dalam susunan 4x4 di satu sisi. Sedangkan, disisi lainnya ditambahkan dengan strip uji aliran berbasis antibodi.
Antibodi bereaksi saat mereka merasakan penanda biologi untuk malaria dan mengubah dua garis pembacaan pada permukaan strip yang terbuka menjadi merah. Jika tesnya negatif, hanya satu garis yang berubah menjadi merah.
Jarum diperlakukan hidrofilik atau menarik air agar fluida ditarik masuk dan mengalir ke strip uji. Setelah tes selesai, perangkat dapat dilepas seperti perban biasa.
Lihat Juga :