Raksasa Teknologi Musuh Trump dan Pakar Bahas Energi Ramah Lingkungan

loading...
Raksasa Teknologi Musuh Trump dan Pakar Bahas Energi Ramah Lingkungan
Huawei dan sejumlah pakar dunia membahas tentang energi ramah lingkungan di era serbadigital. Foto/Ist
SHENZHEN - Raksasa teknologi yang selama ini dikenal sebagai musuh dari Presiden AS, Donald Trump , duduk bareng para pakar global untuk membahas solusi energi yang ramah lingkungan di era digital.

Pertemuan itu dilangsungkan dalam Better World Summit 2020 bertema Huawei Digital Power Session di Shenzhen, China. "Power Digitalization 2025" menjadi tema pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan secara online. (Baca juga: Xiaomi Pamer Desain Kamera Teleskopik Lawas untuk Ponsel Barunya )

Sejumlah pakar dari seluruh dunia hadir dan bertukar gagasan, serta solusi tentang bagaimana seharusnya operator global mengantisipasi peluang dan tantangan yang dimunculkan oleh beragam dinamika dunia digital. Terutama dengan perkembangan teknologi dan ekonomi digital yang begitu pesat.

“Energi, sebagai fondasi dunia digital, telah menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing di era ekonomi digital,” kata Zhou Taoyuan, Presiden Digital Power Product Line Huawei.

Dia menegaskan, seluruh industri perlu memiliki kepedulian yang tinggi terhadap penggunaan energi. Huawei sendiri mengintegrasikan teknologi daya tradisional dan digital untuk mewujudkan digitalisasi daya. Dengan cara ini, mereka dapat menggunakan 'Bit to manage Watt' dan menghadirkan solusi daya digital yang simple, ramah lingkungan, cerdas, dan dapat diandalkan untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh industri listrik tradisional.



Dengan pesatnya perkembangan eknologi baru seperti 5G, Cloud, AI, Big Data, dan IoT, transformasi digital telah dimulai dan membuka serta mewujudkan era digital yang serba dapat dirasakan, terhubung, dan cerdas. Hal ini telah membuat pengembangan 5G dan pusat data besar menjadi sorotan.

Tetapi pada saat yang bersamaan, pembangunan 5G dan pusat data berskala besar dan cepat telah membawa tantangan besar bagi infrastruktur energi. Seperti peningkatan konsumsi energi, periode konstruksi pembangunan yang lama, serta biaya pengoperasian dan pemeliharaan yang tinggi.

“Fasilitas site energy yang ada saat ini tidak dapat memenuhi kebutuhan daya untuk cakupan 5G. Ada kebutuhan mendesak untuk reformasi dan inovasi di bidang ini. Digitalisasi, sistem daya 5G yang cerdas dan terintegrasi memungkinkan penyebaran jaringan 5G yang lebih cepat, lebih terjangkau, dan lebih sederhana,” kata Liu Baochang, Deputi Direktur Departemen Energi Informasi, China Mobile Group Design Institute Co., Ltd, saat mengungkapkan pendapatnya tentang tren dan wawasan pengembangan site power di era 5G.



Sementara itu, Fang Liangzhou, Kepala Pemasaran Huawei Digital Power Product Line Huawei, mengatakan, Huawei menggunakan arsitektur jaringan target untuk memandu perencanaan, konstruksi, operasional dan perawatan (O&M) dan pengoperasian infrastruktur daya digital, yang mendorong pesatnya perkembangan ekonomi digital.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR ANDA
Top