Data Pengguna Bocor, Pengamat: Ada Potensi Celah Keamanan saat WFH
Senin, 02 November 2020 - 23:07 WIB
loading...
A
A
A
Di peringkat pertama selama pandemik yang menjadi sasaran peretas adalah sektor kesehatan dan juga farmasi. Kondisi lain adalah platform sejenis Cermati memang diincar, karena salah satu yang menjadi pengumpul data paling banyak.
Namun mereka juga mengincar sistem yang memiliki data kartu kredit, harganya jauh lebih mahal saat dijual di forum internet. (Baca juga: Jokowi Sudah Wanti-wanti Investasi Jangan Lewati Minus 5%, Luhut Gagal )
Peristiwa ini juga memperlihatkan betapa UU Perlindungan Data Pribadi sangat dibutuhkan. Ini akan memaksa PSTE (Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik) membangun sistem yang kuat dan bertanggungjawab bila terjadi breach data.
Sekarang kebocoran data sudah banyak terjadi, tapi sulit untuk memintai pertanggungjawaban dari PSTE bersangkutan. "UU PDP seharusnya nanti bisa mendorong PSTE untuk bertanggungjawab bila ada kebocoran data. Namun tidak setiap kebocoran data bisa diganjar hukuman atau bisa dituntut ke pengadilan, harus ada uji digital forensik," pungkas Pratama.
Namun mereka juga mengincar sistem yang memiliki data kartu kredit, harganya jauh lebih mahal saat dijual di forum internet. (Baca juga: Jokowi Sudah Wanti-wanti Investasi Jangan Lewati Minus 5%, Luhut Gagal )
Peristiwa ini juga memperlihatkan betapa UU Perlindungan Data Pribadi sangat dibutuhkan. Ini akan memaksa PSTE (Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik) membangun sistem yang kuat dan bertanggungjawab bila terjadi breach data.
Sekarang kebocoran data sudah banyak terjadi, tapi sulit untuk memintai pertanggungjawaban dari PSTE bersangkutan. "UU PDP seharusnya nanti bisa mendorong PSTE untuk bertanggungjawab bila ada kebocoran data. Namun tidak setiap kebocoran data bisa diganjar hukuman atau bisa dituntut ke pengadilan, harus ada uji digital forensik," pungkas Pratama.
(iqb)
Lihat Juga :