Peneliti Heran, Populasi Macan Tutul di China Meningkat
Rabu, 28 Oktober 2020 - 23:51 WIB
loading...
A
A
A
"Kami cukup terkejut bahwa jumlah macan tutul (di China) meningkat, padahal populasinya di beberapa negara mengalami penurunan. Kami tahu ada macan tutul di area ini, tapi kami tidak tahu berapa jumlahnya secara pasti," kata Bing Xie, mahasiswa PhD di Departemen Biologi UCPH, dikutip dari Scitechdaily.
Xie bersama para peneliti lainnya di Universitas Beijing melakukan penelitian di Loess Plateau yang mencakup area 800 kilometer persegi pada tahun 2016 dan 2017. Mereka baru saja melaporkan bahwa jumlah macan tutul meningkat dari 88 ekor pada 2016 menjadi 110 ekor pada 2017. Peningkatan ini diprediksi akan meningkat di tahun-tahun berikutnya.
Baca juga : Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Ayo Kita Jaga Flora dan Fauna Terancam Punah Ini
Peningkatan populasi macan tutul kemungkinan besar didasari oleh program Pemerintah China dalam memuhlikan keanekaragaman hayati di daerah tersebut. Pemulihan ini dilakukan sejak 2015 saat pemerintah China melakukan konsultasi dengan berbagai peneliti ilmiah.
"Sekitar 20 tahun lalu, sebagian besar habitat hutan di Loess Plateau diubah menjadi lahan pertanian. Aktivitas manusia membuat takut babi hutan, kodok, katak, dan rusa sehingga macan tutul tidak mungkin menemukan makanan," tambah Xie.
Xie bersama para peneliti lainnya di Universitas Beijing melakukan penelitian di Loess Plateau yang mencakup area 800 kilometer persegi pada tahun 2016 dan 2017. Mereka baru saja melaporkan bahwa jumlah macan tutul meningkat dari 88 ekor pada 2016 menjadi 110 ekor pada 2017. Peningkatan ini diprediksi akan meningkat di tahun-tahun berikutnya.
Baca juga : Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Ayo Kita Jaga Flora dan Fauna Terancam Punah Ini
Peningkatan populasi macan tutul kemungkinan besar didasari oleh program Pemerintah China dalam memuhlikan keanekaragaman hayati di daerah tersebut. Pemulihan ini dilakukan sejak 2015 saat pemerintah China melakukan konsultasi dengan berbagai peneliti ilmiah.
"Sekitar 20 tahun lalu, sebagian besar habitat hutan di Loess Plateau diubah menjadi lahan pertanian. Aktivitas manusia membuat takut babi hutan, kodok, katak, dan rusa sehingga macan tutul tidak mungkin menemukan makanan," tambah Xie.
Lihat Juga :