Pemerintah Jamin Faktor Keamanan Vaksin sebagai Prioritas Nomor Satu
Rabu, 28 Oktober 2020 - 12:12 WIB
loading...
Vaksin Merah Putih. FOTO/ DOK SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Vaksin Merah Putih merupakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia. Pengembangan bibit vaksin ini dikerjakan oleh ahli-ahli Indonesia, dan sudah memasuki produksi tahap akhir.(Baca juga; Arus Lalu Lintas Tol Layang Jakarta Cikampek Arah Bandung Terpantau Padat )
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, mengaku akan sangat berisiko apabila Indonesia hanya bergantung pada vaksin yang didatangkan dari luar negeri.(Baca juga; Begini Kondisi Arus Lalu Lintas Tol Jagorawi Pagi Ini )
“Kita harus mempunyai kemampuan tidak hanya diproduksi, tapi juga ditahap penelitian dan pengembangan. Setelah dilakukan identifikasi, saat ini ada keenam institusi yang mengembangkan vaksin Covid-19,” jelas Bambang, dalam keterangan resminya.
Setelah dikeluarkan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), terdapat enam institusi yang melakukan pengembangan Vaksin Merah Putih.
Keenam Institusi itu adalah LBM Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (Unair).
“Kemungkinan yang paling cepat adalah yang dikembangkan Lembaga Eijkman, prosesnya di bulan Oktober ini sedang disiapkan uji pada hewan. Diharapkan dapat selesai dan semoga hasilnya memuaskan pada akhir tahun," imbuh mantan Kepala Bappenas itu.
Lebih lanjut, Bambang menuturkan, bibit vaksin yang teruji pada sel hewan tersebut akan diserahkan ke Bio Farma, sebagai pihak yang nantinya melakukan produksi sekala kecil untuk tahap uji klinis 1, 2, dan 3.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, mengaku akan sangat berisiko apabila Indonesia hanya bergantung pada vaksin yang didatangkan dari luar negeri.(Baca juga; Begini Kondisi Arus Lalu Lintas Tol Jagorawi Pagi Ini )
“Kita harus mempunyai kemampuan tidak hanya diproduksi, tapi juga ditahap penelitian dan pengembangan. Setelah dilakukan identifikasi, saat ini ada keenam institusi yang mengembangkan vaksin Covid-19,” jelas Bambang, dalam keterangan resminya.
Setelah dikeluarkan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), terdapat enam institusi yang melakukan pengembangan Vaksin Merah Putih.
Keenam Institusi itu adalah LBM Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (Unair).
“Kemungkinan yang paling cepat adalah yang dikembangkan Lembaga Eijkman, prosesnya di bulan Oktober ini sedang disiapkan uji pada hewan. Diharapkan dapat selesai dan semoga hasilnya memuaskan pada akhir tahun," imbuh mantan Kepala Bappenas itu.
Lebih lanjut, Bambang menuturkan, bibit vaksin yang teruji pada sel hewan tersebut akan diserahkan ke Bio Farma, sebagai pihak yang nantinya melakukan produksi sekala kecil untuk tahap uji klinis 1, 2, dan 3.
Lihat Juga :