Daftar 21 Aplikasi Android Populer yang Wajib Kita Hapus Pagi Ini

Minggu, 25 Oktober 2020 - 10:13 WIB
loading...
Daftar 21 Aplikasi Android...
Avast mencatat ada 21 aplikasi berbahaya di Google Plya Store yang wajib dihapus pengguna ponsel Android karena membahayakan perangkat. Foto/Phone Arena
A A A
JAKARTA - Google Play Store menjadi toko aplikasi yang sering dibobol oleh pengembang aplikasi nakal. Hari ini, perusahaan keamanan siber, Avast , memperingatkan pengguna Android tentang bahaya yang baru ditemukan bersembunyi di Play Store. (Baca juga: Waspada 6 Aplikasi Berbahaya ini Terinfeksi Malware Joker )

Karena itu, mereka mendesak siapa pun yang mungkin telah menjadi korban " gelombang adware " beberapa bulan terakhir untuk waspada. Bahkan wajib menyingkirkan momok mengkhawirkan yang terus-menerus terjadi ini.

Tentu saja, fenomena adware berbahaya bukanlah hal baru. Karena telah ada di platform perangkat lunak seluler paling populer di dunia tersebut.

Laman Phone Arena mengungkapkan, 21 aplikasi Android yang ditandai oleh pengembang antivirus Avast awal pekan ini menjadi sorotan -untuk semua alasan yang salah- untuk pertama kalinya.

Peneliti Avast dengan cermat mempelajari perilaku aplikasi nakal ini dan menyisir ratusan ulasan pengguna, hal terpenting yang harus dilakukan saat akan mengunduh aplikasi.

Berdasarkan penelitian Avast, berikut 21 aplikasi berbahaya yang diurutkan berdasarkan popularitasnya:
- Shoot Them
- Crush Car
- Rolling Scroll
- Helicopter Attack - New
- Assassin Legend - 2020 New
- Helicopter Shoot
- Rugby Pass
- Flying Skateboard
- Iron it
- Shooting Run
- Plant Monster
- Find Hidden
- Find 5 Differences - 2020 New
- Rotate Shape
- Jump Jump
- Find the Differences - Puzzle Game
- Sway Man
- Desert Against
- Money Destroyer
- Cream Trip - New
- Props Rescue

Anda mungkin bertanya-tanya apa yang salah dengan aplikasi Android ini, yang sebagian besar tidak terlihat berbahaya. Sejumlah ahli keamanan siber Avast yang memindai "bendera merah" Play Store untuk ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir, dengan cepat menyadari bahwa sejumlah besar ulasan untuk aplikasi yang tercantum di atas menyebutkan iklan YouTube yang mempromosikan fungsi sangat berbeda dengan apa yang didapat pengguna.

Setelah menarik perhatian orang-orang dengan iklan yang menipu, pengembang gelap dari 21 game berbahaya yang diidentifikasi dalam laporan baru ini akan mulai membombardir pelanggannya dengan lebih banyak iklan. Banyak di antaranya muncul di luar aplikasi itu sendiri, membuat pelakunya sangat sulit untuk dikenali.

Untungnya, di situlah Avast masuk, yang bertujuan guna membantu Anda mendapatkan kembali kendali penuh atas ponsel cerdas yang terinfeksi. Avast juga memusnahkan beberapa iklan yang mengganggu pengguna.

Terkait serangan siber, Anda tidak boleh hanya mengandalkan Google untuk melindungi perangkat dari adware, ransomware, spyware, dan semua jenis trojan dan virus lainnya yang sering menimbulkan masalah di Play Store resmi.

Raksasa mesin pencari itu tidak berbuat cukup untuk mencegah ancaman ini masuk, terutama menghilangkannya tanpa penundaan. Contoh kasus, 15 dari 21 aplikasi yang tercantum di atas masih "hidup" di toko aplikasi saat tulisan ini dibuat.

Hal lain yang tidak boleh Anda andalkan adalah jumlah penginstalan aplikasi. Jumlah unduhan Google Play tidak selalu mewakili keandalan aplikasi, terbukti lebih dari delapan juta kali 21 aplikasi ini telah diinstal pada perangkat seluler di seluruh dunia saat Avast mengungkapkan temuan terbarunya.

Sementara itu, Rolling Scroll dan Helicopter Attack -New tampaknya telah bergabung dengan Shoot Them dan Crush Car dengan lebih dari jutaan unduhan. Jadi aplikasi yang tampaknya populer juga bisa berbahaya.

Sebaliknya, yang paling harus Anda perhatikan sebelum memasang aplikasi di ponsel Android adalah ulasan pengguna. Apa pun yang memiliki banyak peringkat bintang 5 dan bintang 1 mungkin berbahaya. Apa pun dengan rata-rata kurang dari 3 bintang bisa berbahaya atau tidak sepadan dengan waktu Anda.

Bendera merah potensial lainnya adalah akun pengembang dengan hanya satu aplikasi untuk namanya, yang dapat menandakan bahwa orang atau perusahaan di balik apa yang Anda coba unduh benar-benar menjalankan banyak akun, sehingga melindungi bisnis jahat mereka dari serangan Google yang terkadang diakhiri dengan dihapusnya profil. (Baca juga: Preview Juventus vs Hellas Verona: Hasrat Besar Si Nyonya Tua )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inilah Spesifikasi Lengkap...
Inilah Spesifikasi Lengkap Trump T1, Smartphone Android Berlapis Emas Seharga Rp8 Jutaan
Risiko Pakai Charger...
Risiko Pakai Charger Murah Buatan China dengan Daya Tinggi
Samsung Siap Angkat...
Samsung Siap Angkat Kaki dari China, Ini Masalahnya
Produksi Smartphone...
Produksi Smartphone pada Q1 2026 Turun 41 Persen
Batasi Anak-anak Bermain...
Batasi Anak-anak Bermain Sosmed, Indonesia Panggil Google dan Meta
Disinyalir Smartphone...
Disinyalir Smartphone Gaming Terbaru, nubia Sebar Teaser Misterius
Cara Akses Platform...
Cara Akses Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen untuk Guru, Siswa, dan Orang Tua
3,4 Juta Situs Judi...
3,4 Juta Situs Judi Online Telah Diblokir sejak Oktober 2024 hingga Mei 2026
200 Ribu Anak Terpapar...
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, 80 Ribu di Antaranya di Bawah 10 Tahun
Rekomendasi
Cipta Cendikia FA U-15...
Cipta Cendikia FA U-15 dan Putri JP Jakarta U-18 Juara Hydroplus Soccer League Jakarta 2025/2026
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved