Ilmuwan Kanada Hadirkan Pedang Star Wars ke Dunia Nyata

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 10:15 WIB
loading...
A A A
“Kami membutuhkan sejumlah besar nosel aliran laminar untuk menciptakan aliran gas yang sangat terkonsentrasi dalam membuat sinar plasma,” Hobson.

Nosel seperti ini sudah ada di industri khusus seperti peniupan kaca sehingga dapat menghemat biaya dan menjadi jalan keluar bagi tim yang kesulitan di awal pembuatannya. Sedangkan, estetika dan casing steampunk dirancang dan dibangun sedemikian rupa agar aman bagi penggunanya. Lightsaber di jual dengan harga sekitar USD 4.000.

Jet plasma diproduksi dari LPG yang memiliki diameter dan panjang hampir sama dengan sinar lightsaber ikonik. Jet Plasma juga di atur dengan halus dan pengujian secara cermat. (Baca juga: Hilirisasi Tambang Harus Memperhatikan Hak Rakyat)

lightsaber buatan Hobson berbeda dengan pembuatan lightsaber pada umumnya dalam kehidupan nyata yang sering menggunakan batang logam sebagai intinya. Hobson membuat lightsaber yang dapat ditarik sepenuhnya dan dapat memotong bahan keras seperti lembaran baja.

Umumnya, pancaran gas yang dikeluarkan berwarna putih tapi dapat juga ditambahkan dengan bahan kimia untuk membuatnya jadi berwarna. Eksperimen ini dapat dikatakan sebagai versi populer di sekolah yang menggunakan pembakaran garam logam padat. Logam yang berbeda melepaskan ion dengan jumlah energi yang berbeda sesuai dengan warna tertentu.

Contohnya adalah menambahkan natrium klorida (garam meja) dapat mengubah cahaya menjadi warna kuning. Lightsaber ini mirip dengan warna yang digunakan oleh Rey dalam Star Wars : The Rise of Skywalker. (Lihat videonya: Pernyataan Bank Dunia Mengeai Undang-Undang Cipta Kerja)

Selain itu, menambahkan asam borat akan mengubahnya menjadi hijau Yoda yang terkenal dan strontium klorida mengubah sinar menjadi merah, mirip dengan yang dimiliki oleh Sith lord Darth Maul dan Darth Sidious. Setiap perubahan warna yang diinginkan dapat disesuaikan dengan zat kimia tertentu. (Fandy)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Rekomendasi
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Berita Terkini
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Konsumen Kini Utamakan...
Konsumen Kini Utamakan Garansi Bukan Cuma Spesifikasi saat Beli Ponsel
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved