Obat Masa Depan Dapat Hidup di Dalam Tubuh Manusia

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 12:15 WIB
loading...
Obat Masa Depan Dapat...
Brandon Holt (kiri) dan Gabe Kwong sedang melakukan penelitian obat untuk masa depan. Foto/allisoncarter.georgiatech
A A A
JAKARTA - Dalam dunia biologi sintetik , pengembangan komponen dasar seperti gerbang logika dan jam genetik telah memungkinkan desain sirkuit dengan kompleksitas yang semakin meningkat. Pengembangan komponen dasar memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah matematika, membangun robot otonom, dan memainkan permainan interaktif.

Tim peneliti di Institut Teknologi Georgia sekarang menggunakan apa yang telah mereka pelajari tentang rangkaian biologis. Mereka mempelajari sifat dasar biologis untuk pengobatan masa depan yang dapat di program. (Baca: Muslimah, Ini Pentingnya Menyempurnakan Wudhu)

Seperti botol kecil berisi cairan bening, obat yang dapat diprogram ini akan berkomunikasi langsung dengan sistem biologis dalam tubuh. Obat secara otomatis memberikan dosis yang tepat di mana dan kapan mereka dibutuhkan.

Obat-obatan masa depan kemungkinan hidup dalam tubuh sepanjang waktu, sepanjang hidup kita. Obat ini nantinya mampu melawan infeksi, mendeteksi kanker dan penyakit lainnya, yang pada dasarnya menjadi perpanjangan biologis terapeutik dari tubuh kita sendiri.

Pengembangan obat masa depan masih jauh dari kata sempurna tapi wawasan yang diperoleh dari penelitian di lab Gabe Kwong semakin dekat dengan pengembangan komputer enzim. Computer enzim merupakan rangkaian biologis yang direkayasa dan dirancang untuk memperluas dan menambah fungsi kehidupan.

“Visi jangka panjangnya adalah konsep imunitas yang dapat diprogram, rangkaian protease untuk memproses informasi biologis,” kata Kwong, profesor di Departemen Teknik Biomedis Wallace H. Coulter di Georgia Tech dan Universitas Emory, dikutip dari Technology.

Rekan peneliti Kwong, Brandon Holt, mengungkapkan bahwa laboratorium tempatnya bekerja telah memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan diagnostik berbasis enzim. Berbagai penelitian yang mereka lakukan membuatnya merancang logika sederhana seperti gerbang AND dan gerbang OR. (Baca juga: Belajar Harus tetap Menyenangkan)

“Proyek ini tumbuh secara organik dan kami menyadari bahwa ada perangkat lain yang dapat kami buat, seperti komparator dan konverter analog-digital. Akhirnya, hal ini memunculkan ide untuk menggunakan pengonversi analog ke digital dan menggunakannya untuk mendigitalkan aktivitas bakteri,” kata Holt.

Pada akhirnya, mereka mengumpulkan rangkaian biologis sel bebas untuk digabungkan dengan darah yang terinfeksi bakteri. Gagasan ini akan mengukur infeksi bakteri, jumlah bakteri hingga menghitung dan melepaskan dosisi obat secara selektif.

Para peneliti berusaha membangun rangkaian biologis yang menggunakan aktivitas protease untuk memproses informasi biologis di bawah kerangka digital atau analog. Protease adalah enzim yang memecah protein menjadi polipeptida dan asam amino menjadi lebih kecil. (Baca juga: Waspada! Seks Oral Bisa Sebabkan Kanker Tenggorokan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Myanmar Hancurkan...
Gempa Myanmar Hancurkan Kota Purba di Mandalay
Asteroid 2024 YR4 Diklaim...
Asteroid 2024 YR4 Diklaim Akan Menabrak Bulan
Peta Geologi Bumi dengan...
Peta Geologi Bumi dengan Lempeng Tektonik Terbaru Diterbitkan
China Luncurkan Robot...
China Luncurkan Robot Tangan yang Punya Sensitivitas seperti Jari Manusia
Kota Kelahiran Cleopatra...
Kota Kelahiran Cleopatra Ditemukan setelah Ribuan Tahun Menghilang
Jamur di kaki Katak...
Jamur di kaki Katak Bikin Ilmuwan Ketakutan, Ini Penyebabnya
Fosil Nenek Moyang Manusia...
Fosil Nenek Moyang Manusia Berusia 1 Juta Tahun Ditemukan
Racun di Danau Laguna...
Racun di Danau Laguna Verde Diklaim seperti Air di Mars
Bukti Perselingkuhan...
Bukti Perselingkuhan Ratu Cleopatra Terungkap Tanpa Tes DNA
Rekomendasi
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
Raja Charles III Diminta...
Raja Charles III Diminta Turun Takhta dan Menyerahkan Mahkota ke Pangeran William
PLN IP Berhasil Penuhi...
PLN IP Berhasil Penuhi Kebutuhan Listrik Malam Takbir dan Idulfitri
Berita Terkini
Buntut Tarif Impor Baru,...
Buntut Tarif Impor Baru, Elon Musk dan Mark Zuckerberg Cs Rugi Rp3,48 Kuadriliun dalam Sehari
1 jam yang lalu
Gempa Myanmar Hancurkan...
Gempa Myanmar Hancurkan Kota Purba di Mandalay
7 jam yang lalu
Batas Waktu Berakhir...
Batas Waktu Berakhir Besok! TikTok Belum Laku Terjual
9 jam yang lalu
Mulai DJI, DeepSeek,...
Mulai DJI, DeepSeek, hingga TikTok, Inilah Fantastic Four Taipan Teknologi China yang Mengukir Jejak Inovasi Global
13 jam yang lalu
Bos Epic Games Sebut...
Bos Epic Games Sebut Apple dan Google Lakukan Monopoli dan Berbisnis ala Mafia
13 jam yang lalu
Poco M7 Pro 5G Tawarkan...
Poco M7 Pro 5G Tawarkan Spek Gaming Ramah Kantong, Resmi Rilis 7 April 2025!
13 jam yang lalu
Infografis
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved