Lembaga Riset Independen: Red Hat Leader Pengembangan Multicloud Container
Selasa, 06 Oktober 2020 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Lebih dari 2.000 organisasi di seluruh dunia mengandalkan Red Hat OpenShift untuk menjawab tantangan bisnis mereka dengan kreasi terobosan yang melayani pelanggan dan mendorong diferensiasi. Dengan Red Hat OpenShift, bisnis dapat mewujudkan ide-ide besar mereka di platform hybrid cloud yang terbuka bagi aplikasi, tim, atau infrastruktur apa pun.
Dibangun di atas backbone platform Red Hat Enterprise Linux terkemuka di dunia, Red Hat OpenShift menyediakan inti dari portofolio open hybrid cloud dari Red Hat. Selain pusat data dan penerapan private cloud, opsi untuk pengelolaan mandiri dan hosting untuk OpenShift tersedia di semua penyedia public cloud besar di dunia, termasuk AWS, Azure, Google Cloud, dan IBM Cloud. (Baca juga: Surati Jokowi, Din Syamsuddin Tunjukkan Pangkal Kegaduhan di Indonesia )
“Dari Kubernetes Operators dan Service Mesh hingga virtualisasi yang serverless dan berbasis Kubernetes, Red Hat telah membantu menghadirkan berbagai inovasi penting yang production-ready ke Kubernetes melalui OpenShift di dunia yang semakin hybrid dan multi-cloud ini," kata Ashesh Badani, Senior Vice President, Cloud Platforms, Red Hat.
Perusahaan percaya bahwa meraih predikat pemimpin dalam evaluasi Wave ini semakin mengesahkan apa yang Red Hat dengar dari para pelanggannya. "OpenShift telah menjembatani infrastruktur TI yang ada dan masa depan cloud-native, sekaligus secara simultan menyatukan tim pengembangan dan operasi TI pada platform yang sama,” ujarnya.
Dibangun di atas backbone platform Red Hat Enterprise Linux terkemuka di dunia, Red Hat OpenShift menyediakan inti dari portofolio open hybrid cloud dari Red Hat. Selain pusat data dan penerapan private cloud, opsi untuk pengelolaan mandiri dan hosting untuk OpenShift tersedia di semua penyedia public cloud besar di dunia, termasuk AWS, Azure, Google Cloud, dan IBM Cloud. (Baca juga: Surati Jokowi, Din Syamsuddin Tunjukkan Pangkal Kegaduhan di Indonesia )
“Dari Kubernetes Operators dan Service Mesh hingga virtualisasi yang serverless dan berbasis Kubernetes, Red Hat telah membantu menghadirkan berbagai inovasi penting yang production-ready ke Kubernetes melalui OpenShift di dunia yang semakin hybrid dan multi-cloud ini," kata Ashesh Badani, Senior Vice President, Cloud Platforms, Red Hat.
Perusahaan percaya bahwa meraih predikat pemimpin dalam evaluasi Wave ini semakin mengesahkan apa yang Red Hat dengar dari para pelanggannya. "OpenShift telah menjembatani infrastruktur TI yang ada dan masa depan cloud-native, sekaligus secara simultan menyatukan tim pengembangan dan operasi TI pada platform yang sama,” ujarnya.
(iqb)
Lihat Juga :