Ancaman Tsunami 20 Meter, BMKG Minta Mitigasi Bencana Terburuk Dipersiapkan
Senin, 28 September 2020 - 17:21 WIB
loading...
Bencana Alam Tsunami Palu dua tahun lalu. FOTO/ DOK SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Belakangan ini ramai dibicarakan bahwa Pulau Jawa mendapat ancaman gempabumi 9,1 magnitudo, dan berpotensi dihantam tsunami setinggi 20 meter. BACA JUGA - Teliti Aktivitas Seismic Gap, ITB Ungkap Potensi Gempa Besar dan Tsunami di Selatan Pulau Jawa
Munculnya bencana tersebut berdasarkan hasil penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB), menggunakan data gempabumi katalog BMKG dan Katalog internasional Seismological Centre (ISC).(Baca juga: Mitsubishi Motor Tetap Gelar Program Penjualan Menarik )
Kepala Pusat Gempa dan Tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono, mengucapkan apresiasinya terhadap penelitian tersebut.(Baca juga: Siapa Bilang Resesi Belum Datang, Nih Jeritan Pengusaha Mal )
“Ancaman itu terjadi atau tidak belum ada yang bisa memprediksi secara tepat kapan terjadinya. Namun, adanya potensi itu memang betul," kata Rahmat, dalam keterangannya resminya.
Meski begitu, potensi gempa dan tsunami yang dipaparkan oleh peneliti ITB yang telah diterbitkan dalam jurnal Nature Scientific Report, merupakan skenario terburuk dari zona gempa megathrust.
Munculnya bencana tersebut berdasarkan hasil penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB), menggunakan data gempabumi katalog BMKG dan Katalog internasional Seismological Centre (ISC).(Baca juga: Mitsubishi Motor Tetap Gelar Program Penjualan Menarik )
Kepala Pusat Gempa dan Tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono, mengucapkan apresiasinya terhadap penelitian tersebut.(Baca juga: Siapa Bilang Resesi Belum Datang, Nih Jeritan Pengusaha Mal )
“Ancaman itu terjadi atau tidak belum ada yang bisa memprediksi secara tepat kapan terjadinya. Namun, adanya potensi itu memang betul," kata Rahmat, dalam keterangannya resminya.
Meski begitu, potensi gempa dan tsunami yang dipaparkan oleh peneliti ITB yang telah diterbitkan dalam jurnal Nature Scientific Report, merupakan skenario terburuk dari zona gempa megathrust.
Lihat Juga :