Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
Senin, 27 Juli 2026 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Dante, heat stroke merupakan kondisi serius ketika tubuh kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu internal akibat paparan panas ekstrem. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan berat hingga mengancam nyawa.
"Tubuh kita diberi kemampuan untuk menjaga agar situasi panas yang ada di sekeliling kita dapat dimeredakan demi menjaga keseimbangan suhu tubuh untuk metabolisme," kata Wamenkes Dante dikutip dari unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dante.harbuwono pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dante menjelaskan gejala awal heat stroke sering kali tidak disadari. Kondisi ini biasanya diawali dengan sakit kepala, tubuh terasa lemas, hingga pusing. Pada tahap yang lebih berat, penderita bisa mengalami kejang hingga penurunan kesadaran.
Dante menegaskan kelompok yang paling rentan adalah mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Untuk mencegah kondisi tersebut, ia mengimbau masyarakat agar memperhatikan langkah-langkah sederhana tapi penting, seperti menggunakan pakaian yang longgar, menjaga asupan cairan tubuh, serta menghindari aktivitas berat di bawah terik matahari. "Karena pakaian longgar itu bisa menjaga ventilasi tubuh supaya bisa menyesuaikan suhu panas dan suhu yang keluar dari tubuh," tambahnya.
Selain itu, penggunaan pelindung seperti topi atau penutup kepala juga disarankan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mengabaikan tanda-tanda awal kelelahan akibat panas.
Pemerintah, lanjut Dante, terus mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak perubahan cuaca ekstrem. Dia menekankan bahwa pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan saat kondisi sudah memburuk.
"Tubuh kita diberi kemampuan untuk menjaga agar situasi panas yang ada di sekeliling kita dapat dimeredakan demi menjaga keseimbangan suhu tubuh untuk metabolisme," kata Wamenkes Dante dikutip dari unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dante.harbuwono pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dante menjelaskan gejala awal heat stroke sering kali tidak disadari. Kondisi ini biasanya diawali dengan sakit kepala, tubuh terasa lemas, hingga pusing. Pada tahap yang lebih berat, penderita bisa mengalami kejang hingga penurunan kesadaran.
Dante menegaskan kelompok yang paling rentan adalah mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Untuk mencegah kondisi tersebut, ia mengimbau masyarakat agar memperhatikan langkah-langkah sederhana tapi penting, seperti menggunakan pakaian yang longgar, menjaga asupan cairan tubuh, serta menghindari aktivitas berat di bawah terik matahari. "Karena pakaian longgar itu bisa menjaga ventilasi tubuh supaya bisa menyesuaikan suhu panas dan suhu yang keluar dari tubuh," tambahnya.
Selain itu, penggunaan pelindung seperti topi atau penutup kepala juga disarankan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mengabaikan tanda-tanda awal kelelahan akibat panas.
Pemerintah, lanjut Dante, terus mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak perubahan cuaca ekstrem. Dia menekankan bahwa pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan saat kondisi sudah memburuk.
Lihat Juga :