Teknologi Mudah Diakses, SPayLater Dorong Akses Pembiayaan Digital
Rabu, 08 Juli 2026 - 22:19 WIB
loading...
SPayLater Dorong Akses Pembiayaan Digital. Foto/ Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses layanan keuangan, termasuk solusi pembiayaan. Saat ini, layanan keuangan digital semakin mudah dijangkau, memberikan masyarakat lebih banyak pilihan untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari.
Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya inklusi keuangan di Indonesia. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 80,51%, menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Di tengah pertumbuhan ekonomi digital, layanan pembiayaan digital juga semakin berperan dalam memberikan kemudahan akses pembiayaan yang praktis, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
Seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi digital, inovasi di sektor pembiayaan juga terus berkembang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih praktis, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pembiayaan digital (atau yang kerap dikenal dengan istilah paylater) merupakan layanan pembiayaan yang memanfaatkan teknologi untuk membuat produk pembiayaan lebih mudah diakses dan lebih efisien bagi masyarakat.
Kehadiran layanan ini turut mendukung perluasan inklusi keuangan dengan membuka akses terhadap solusi pembiayaan yang legal dan diawasi bagi lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal (underbanked).
Selain memberikan fleksibilitas dalam bertransaksi, pembiayaan digital juga menawarkan kemudahan melalui proses pengajuan dan pengelolaan layanan pembiayaan yang dapat dilakukan secara digital kapan saja dan di mana saja. Perkembangan ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
"Seiring dengan berkembangnya kebutuhan finansial masyarakat dan ekonomi digital di Indonesia, layanan pembiayaan digital memiliki peran yang semakin penting dalam memperluas akses terhadap solusi keuangan yang mudah, aman, dan bertanggung jawab." tuturAnggie Setia Ariningsih, Direktur PT Commerce Finance.
Di sisi lain, pertumbuhan layanan pembiayaan digital perlu diiringi dengan perlindungan konsumen yang kuat, keamanan data pribadi, serta penerapan prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Inovasi teknologi terus berperan penting dalam meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital. Kemudahan akses, proses yang lebih efisien, serta pengembangan fitur yang relevan menjadi beberapa faktor yang mendorong semakin luasnya adopsi layanan keuangan digital.
Perkembangan tersebut turut didukung oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang mendorong masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan layanan digital dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk dalam mengakses layanan keuangan dan pembiayaan.
Ke depannya, kolaborasi dalam inovasi teknologi, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan perlindungan konsumen diharapkan dapat semakin mendorong terciptanya ekosistem layanan keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya inklusi keuangan di Indonesia. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 80,51%, menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Di tengah pertumbuhan ekonomi digital, layanan pembiayaan digital juga semakin berperan dalam memberikan kemudahan akses pembiayaan yang praktis, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
Seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi digital, inovasi di sektor pembiayaan juga terus berkembang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih praktis, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pembiayaan digital (atau yang kerap dikenal dengan istilah paylater) merupakan layanan pembiayaan yang memanfaatkan teknologi untuk membuat produk pembiayaan lebih mudah diakses dan lebih efisien bagi masyarakat.
Kehadiran layanan ini turut mendukung perluasan inklusi keuangan dengan membuka akses terhadap solusi pembiayaan yang legal dan diawasi bagi lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal (underbanked).
Selain memberikan fleksibilitas dalam bertransaksi, pembiayaan digital juga menawarkan kemudahan melalui proses pengajuan dan pengelolaan layanan pembiayaan yang dapat dilakukan secara digital kapan saja dan di mana saja. Perkembangan ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
"Seiring dengan berkembangnya kebutuhan finansial masyarakat dan ekonomi digital di Indonesia, layanan pembiayaan digital memiliki peran yang semakin penting dalam memperluas akses terhadap solusi keuangan yang mudah, aman, dan bertanggung jawab." tuturAnggie Setia Ariningsih, Direktur PT Commerce Finance.
Di sisi lain, pertumbuhan layanan pembiayaan digital perlu diiringi dengan perlindungan konsumen yang kuat, keamanan data pribadi, serta penerapan prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Inovasi teknologi terus berperan penting dalam meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital. Kemudahan akses, proses yang lebih efisien, serta pengembangan fitur yang relevan menjadi beberapa faktor yang mendorong semakin luasnya adopsi layanan keuangan digital.
Perkembangan tersebut turut didukung oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang mendorong masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan layanan digital dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk dalam mengakses layanan keuangan dan pembiayaan.
Ke depannya, kolaborasi dalam inovasi teknologi, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan perlindungan konsumen diharapkan dapat semakin mendorong terciptanya ekosistem layanan keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
(wbs)
Lihat Juga :