Apakah AI Cukup Cerdas Menjadi Wasit Piala Dunia 2026?

Senin, 13 Juli 2026 - 21:36 WIB
loading...
A A A
Berbeda dengan model AI generatif seperti ChatGPT atau Gemini, sistem ini tidak "berpikir" atau membuat penilaian sendiri. Mereka memproses data dari kamera, sensor, dan algoritma yang telah diprogram sebelumnya untuk memberikan hasil dalam waktu yang sangat singkat.


Menurut FIFA, UEFA, dan Federasi Tenis Internasional (ITF), penerapan AI secara signifikan mengurangi jumlah keputusan yang salah, mempersingkat waktu pemrosesan, dan membatasi perselisihan yang berkepanjangan di lapangan.

Manfaat-manfaat inilah yang memberikan AI semakin banyak kekuatan dalam memimpin pertandingan. Akurasi hanyalah sebagian dari cerita. Ketika AI mulai secara langsung memutuskan apakah bola berada di dalam atau di luar batas lapangan, offside atau tidak offside, kekuatan untuk membuat keputusan secara bertahap bergeser dari wasit ke algoritma.

Ketika AI membuat kesalahan, menanganinya tidak lagi sederhana.
Wimbledon 2025 bukanlah satu-satunya contoh di mana AI menjadi fokus kontroversi.

Pada Piala Dunia 2026, dalam pertandingan babak 32 besar antara Portugal dan Kroasia, sistem VAR, yang menggabungkan AI dan sensor yang ditempatkan di bola Trionda, membatalkan gol peny equalizer Kroasia. Menurut data dari sistem tersebut, bola sedikit menyentuh rambut striker Mantanovic sebelum masuk ke gawang, sehingga mengakibatkan situasi offside.

Dua insiden menggambarkan dua keterbatasan berbeda dari AI. Di Wimbledon, sistem mengalami kesalahan teknis. Di Piala Dunia, sistem tersebut berbasis data, tetapi akurasinya yang sangat rendah membuat banyak orang mempertanyakan apakah setiap keputusan harus sepenuhnya ditangani oleh mesin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CEO Tampan yang Menyamar...
CEO Tampan yang Menyamar Xu Peng Jualan Sayur, Potret Nyata Aktor China Digusur AI
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
DeepSeek Siap Kembangkan...
DeepSeek Siap Kembangkan Chip AI Sendiri, Ini Bocorannya
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Video Prototipe Project...
Video Prototipe Project Aion Ungkap Konsep Sistem Operasi AI Microsoft
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Laga Terakhir di Stadion...
Laga Terakhir di Stadion Dallas: Prancis vs Spanyol Main di Lapangan Premium
Tak Oper ke Haaland,...
Tak Oper ke Haaland, Sorloth dan Kekasihnya Diteror
Trump Belum Nonton Piala...
Trump Belum Nonton Piala Dunia 2026 di Stadion, Presiden FIFA: Berpotensi Picu Pertanyaan Publik
Rekomendasi
Sastra Indonesia Mendunia:...
Sastra Indonesia Mendunia: Karya Denny JA Segera Hadir dalam 35 Bahasa
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
Berita Terkini
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Apakah AI Cukup Cerdas...
Apakah AI Cukup Cerdas Menjadi Wasit Piala Dunia 2026?
CEO Tampan yang Menyamar...
CEO Tampan yang Menyamar Xu Peng Jualan Sayur, Potret Nyata Aktor China Digusur AI
Heboh! Oppo Rilis TWS...
Heboh! Oppo Rilis TWS Enco Air5 Series dengan Fitur AI Gemini, Harga Cuma Segini
Apple Gugat OpenAI:...
Apple Gugat OpenAI: Rahasia Dagang Diduga Dibawa Kabur Lewat Mantan Karyawan
Aksesoris Ponsel yang...
Aksesoris Ponsel yang Dianggap Punah Akan segera Kembali
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved