Didukung Infrastruktur Digital, ModCenter Percepat Engineering dan Instalasi Industri
Senin, 06 Juli 2026 - 13:12 WIB
loading...
ModCenter Percepat Engineering dan Instalasi Industri. Foto/ Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Di tengah meningkatnya kebutuhan industri akan implementasi proyek yang lebih cepat, efisiensi operasional, serta percepatan transformasi digital, Rittal Indonesia meresmikan Rittal Modification Center (ModCenter) di Jakarta.
Fasilitas ini menjadi pusat modifikasi enclosure pertama Rittal di Indonesia yang dirancang untuk menghadirkan layanan engineering dan modifikasi lokal bagi sektor manufaktur, energi, data center, serta otomasi industri.
Rittal menginvestasikan sekitar EUR 400 ribu untuk pembangunan dan operasional fasilitas ini. ModCenter dirancang untuk menyediakan layanan modifikasi enclosure bagi panel kelistrikan, sistem otomasi, serta infrastruktur digital industri.
Investasi tersebut mencakup penerapan teknologi machining otomatis Perforex MT, integrasi dengan perangkat lunak engineering EPLAN, serta program pelatihan dan sertifikasi guna memperkuat kapabilitas talenta engineering lokal.
Investasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Rittal untuk mendukung pengembangan industri dan kemajuan masyarakat melalui inovasi teknologi.
Kehadiran ModCenter di Indonesia sekaligus mempertegas dukungan Rittal terhadap pertumbuhan sektor manufaktur dan data center, perkembangan ekonomi digital nasional, serta agenda Making Indonesia 4.0 yang mendorong adopsi otomasi, Industrial Internet of Things (IIoT), dan digital engineering di berbagai sektor industri.
Ajay Bhargava, Executive Vice President ASEAN Region Rittal, mengatakan bahwa Indonesia memainkan peran penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN merupakan salah satu pasar paling menjanjikan di kawasan, didukung oleh percepatan transformasi digital, investasi manufaktur, serta pembangunan infrastruktur yang terus berkembang.
“Kehadiran kami melalui Rittal Modification Center di Indonesia mencerminkan keyakinan jangka panjang kami terhadap potensi Indonesia serta komitmen untuk menghadirkan kapabilitas engineering global lebih dekat kepada industri lokal,” ujar Ajay.
Ia menambahkan bahwa ASEAN merupakan salah satu kawasan pertumbuhan paling dinamis di dunia, dengan perkembangan yang akan terus didorong oleh manufaktur maju, digitalisasi, energi terbarukan, dan pembangunan infrastruktur. Perkembangan tersebut turut meningkatkan kebutuhan akan solusi infrastruktur industri yang andal, efisien, dan semakin terintegrasi.
Sebelum hadirnya ModCenter Indonesia, pelanggan umumnya harus melakukan modifikasi enclosure secara mandiri atau mengirimkan produk ke fasilitas Rittal di Singapura maupun India. Proses tersebut sering kali membutuhkan waktu lebih lama, biaya logistik yang lebih tinggi, serta koordinasi proyek yang lebih kompleks.
Melalui fasilitas baru di Jakarta, proses modifikasi enclosure kini dapat dilakukan secara lokal dengan tetap mempertahankan standar kualitas global yang sama seperti yang diterapkan di berbagai fasilitas Rittal di seluruh dunia.
Kehadiran ModCenter mencerminkan perubahan kebutuhan industri yang semakin mengarah pada solusi yang lebih fleksibel dan spesifik sesuai kebutuhan aplikasi. Berbagai sektor, mulai dari industri makanan dan minuman, energi, utilitas, data center, hingga manufaktur berbasis otomasi, kini membutuhkan kapabilitas engineering yang semakin terpersonalisasi.
Di sisi lain, banyak proyek industri masih menghadapi tantangan berupa proses modifikasi manual, sistem engineering yang belum terintegrasi, serta tingginya pekerjaan di lapangan yang berpotensi memperpanjang waktu implementasi dan meningkatkan biaya proyek.
Michael Schell, Vice President Global Product Portfolio Management Rittal, mengatakan bahwa industri global saat ini bergerak menuju model operasional yang menuntut kecepatan, fleksibilitas, serta integrasi digital yang semakin mendalam.
“Dalam industri modern, kecepatan implementasi kini menjadi faktor yang sama pentingnya dengan kualitas produk itu sendiri. Pelanggan tidak lagi hanya mencari enclosure yang andal, tetapi juga solusi yang mampu mempercepat keseluruhan proses engineering dan instalasi,” jelas Michael.
Menurutnya, kehadiran ModCenter Indonesia merupakan bagian dari investasi strategis Rittal untuk menghadirkan kapabilitas engineering global lebih dekat kepada pelanggan, sehingga mereka dapat memperoleh standar engineering berkelas internasional dengan waktu respons yang lebih cepat.
ModCenter mengintegrasikan teknologi machining otomatis Perforex MT, sebuah sistem berbasis komputer yang mampu melakukan proses pemotongan, pengeboran, tapping, hingga pelubangan enclosure secara otomatis dan terstandarisasi.
Secara global, teknologi ini mampu mempercepat proses machining hingga delapan kali lebih cepat untuk material baja dan hingga dua puluh kali lebih cepat untuk material stainless steel dibandingkan metode manual konvensional.
Di Indonesia, proses modifikasi enclosure yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam kini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan teknologi Perforex.
Sistem ini juga terintegrasi dengan EPLAN, platform digital engineering yang digunakan untuk merancang sistem kelistrikan, aplikasi otomasi, serta panel industri sebelum memasuki tahap produksi.
Integrasi antara EPLAN dan Perforex memungkinkan data engineering mengalir secara langsung ke proses manufaktur tanpa memerlukan transfer data manual, sehingga menciptakan alur kerja digital yang terhubung mulai dari tahap desain, produksi, hingga implementasi.
Pendekatan digital engineering yang terintegrasi ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap solusi yang lebih cepat, presisi, dan efisien.
Dengan menghubungkan proses engineering, manufaktur, dan operasional dalam satu ekosistem digital, perusahaan dapat meminimalkan pekerjaan manual, meningkatkan konsistensi kualitas, serta mempercepat penyelesaian proyek.
Model kerja yang saling terkoneksi ini dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun sistem manufaktur yang lebih cerdas, fleksibel, dan berdaya saing global.
Berdasarkan studi Rittal mengenai otomasi dalam proses panel building, integrasi digital engineering dan manufaktur otomatis dapat menghasilkan efisiensi proses hingga 74 persen dibandingkan metode konvensional dalam kondisi tertentu.
Fasilitas ini menjadi pusat modifikasi enclosure pertama Rittal di Indonesia yang dirancang untuk menghadirkan layanan engineering dan modifikasi lokal bagi sektor manufaktur, energi, data center, serta otomasi industri.
Rittal menginvestasikan sekitar EUR 400 ribu untuk pembangunan dan operasional fasilitas ini. ModCenter dirancang untuk menyediakan layanan modifikasi enclosure bagi panel kelistrikan, sistem otomasi, serta infrastruktur digital industri.
Investasi tersebut mencakup penerapan teknologi machining otomatis Perforex MT, integrasi dengan perangkat lunak engineering EPLAN, serta program pelatihan dan sertifikasi guna memperkuat kapabilitas talenta engineering lokal.
Investasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Rittal untuk mendukung pengembangan industri dan kemajuan masyarakat melalui inovasi teknologi.
Kehadiran ModCenter di Indonesia sekaligus mempertegas dukungan Rittal terhadap pertumbuhan sektor manufaktur dan data center, perkembangan ekonomi digital nasional, serta agenda Making Indonesia 4.0 yang mendorong adopsi otomasi, Industrial Internet of Things (IIoT), dan digital engineering di berbagai sektor industri.
Ajay Bhargava, Executive Vice President ASEAN Region Rittal, mengatakan bahwa Indonesia memainkan peran penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN merupakan salah satu pasar paling menjanjikan di kawasan, didukung oleh percepatan transformasi digital, investasi manufaktur, serta pembangunan infrastruktur yang terus berkembang.
“Kehadiran kami melalui Rittal Modification Center di Indonesia mencerminkan keyakinan jangka panjang kami terhadap potensi Indonesia serta komitmen untuk menghadirkan kapabilitas engineering global lebih dekat kepada industri lokal,” ujar Ajay.
Ia menambahkan bahwa ASEAN merupakan salah satu kawasan pertumbuhan paling dinamis di dunia, dengan perkembangan yang akan terus didorong oleh manufaktur maju, digitalisasi, energi terbarukan, dan pembangunan infrastruktur. Perkembangan tersebut turut meningkatkan kebutuhan akan solusi infrastruktur industri yang andal, efisien, dan semakin terintegrasi.
Sebelum hadirnya ModCenter Indonesia, pelanggan umumnya harus melakukan modifikasi enclosure secara mandiri atau mengirimkan produk ke fasilitas Rittal di Singapura maupun India. Proses tersebut sering kali membutuhkan waktu lebih lama, biaya logistik yang lebih tinggi, serta koordinasi proyek yang lebih kompleks.
Melalui fasilitas baru di Jakarta, proses modifikasi enclosure kini dapat dilakukan secara lokal dengan tetap mempertahankan standar kualitas global yang sama seperti yang diterapkan di berbagai fasilitas Rittal di seluruh dunia.
Kehadiran ModCenter mencerminkan perubahan kebutuhan industri yang semakin mengarah pada solusi yang lebih fleksibel dan spesifik sesuai kebutuhan aplikasi. Berbagai sektor, mulai dari industri makanan dan minuman, energi, utilitas, data center, hingga manufaktur berbasis otomasi, kini membutuhkan kapabilitas engineering yang semakin terpersonalisasi.
Di sisi lain, banyak proyek industri masih menghadapi tantangan berupa proses modifikasi manual, sistem engineering yang belum terintegrasi, serta tingginya pekerjaan di lapangan yang berpotensi memperpanjang waktu implementasi dan meningkatkan biaya proyek.
Michael Schell, Vice President Global Product Portfolio Management Rittal, mengatakan bahwa industri global saat ini bergerak menuju model operasional yang menuntut kecepatan, fleksibilitas, serta integrasi digital yang semakin mendalam.
“Dalam industri modern, kecepatan implementasi kini menjadi faktor yang sama pentingnya dengan kualitas produk itu sendiri. Pelanggan tidak lagi hanya mencari enclosure yang andal, tetapi juga solusi yang mampu mempercepat keseluruhan proses engineering dan instalasi,” jelas Michael.
Menurutnya, kehadiran ModCenter Indonesia merupakan bagian dari investasi strategis Rittal untuk menghadirkan kapabilitas engineering global lebih dekat kepada pelanggan, sehingga mereka dapat memperoleh standar engineering berkelas internasional dengan waktu respons yang lebih cepat.
ModCenter mengintegrasikan teknologi machining otomatis Perforex MT, sebuah sistem berbasis komputer yang mampu melakukan proses pemotongan, pengeboran, tapping, hingga pelubangan enclosure secara otomatis dan terstandarisasi.
Secara global, teknologi ini mampu mempercepat proses machining hingga delapan kali lebih cepat untuk material baja dan hingga dua puluh kali lebih cepat untuk material stainless steel dibandingkan metode manual konvensional.
Di Indonesia, proses modifikasi enclosure yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam kini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan teknologi Perforex.
Sistem ini juga terintegrasi dengan EPLAN, platform digital engineering yang digunakan untuk merancang sistem kelistrikan, aplikasi otomasi, serta panel industri sebelum memasuki tahap produksi.
Integrasi antara EPLAN dan Perforex memungkinkan data engineering mengalir secara langsung ke proses manufaktur tanpa memerlukan transfer data manual, sehingga menciptakan alur kerja digital yang terhubung mulai dari tahap desain, produksi, hingga implementasi.
Pendekatan digital engineering yang terintegrasi ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap solusi yang lebih cepat, presisi, dan efisien.
Dengan menghubungkan proses engineering, manufaktur, dan operasional dalam satu ekosistem digital, perusahaan dapat meminimalkan pekerjaan manual, meningkatkan konsistensi kualitas, serta mempercepat penyelesaian proyek.
Model kerja yang saling terkoneksi ini dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun sistem manufaktur yang lebih cerdas, fleksibel, dan berdaya saing global.
Berdasarkan studi Rittal mengenai otomasi dalam proses panel building, integrasi digital engineering dan manufaktur otomatis dapat menghasilkan efisiensi proses hingga 74 persen dibandingkan metode konvensional dalam kondisi tertentu.
(wbs)
Lihat Juga :