Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital

Jum'at, 03 Juli 2026 - 22:27 WIB
loading...
Modernisasi Infrastruktur...
Division Head Server Multipolar Technology Jeffry Tjiung Sendjaja saat seminar Winning the Data Battle: High-Performance Infrastructure & Cyber-Resilient Backup di Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Di tengah percepatan transformasi digital dan adopsi AI, banyak perusahaan menghadapi tantangan untuk menjaga infrastruktur TI tetap andal, efisien, dan aman. Infrastruktur yang dibangun bertahun-tahun lalu sering kali semakin kompleks, membutuhkan biaya operasional yang tinggi, dan sulit dikembangkan. Di sisi lain, meningkatnya ancaman siber dan tuntutan ketersediaan layanan membuat modernisasi infrastruktur menjadi prioritas bagi banyak organisasi.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara menyelesaikannya jika perusahaan menghadapi persoalan semacam itu? Menjawab kebutuhan tersebut, PT Multipolar Technology Tbk menyelenggarakan seminar Winning the Data Battle: High-Performance Infrastructure & Cyber-Resilient Backup di Jakarta, Selasa (23/6/2026). Seminar menghadirkan berbagai strategi untuk membantu perusahaan membangun fondasi infrastruktur yang lebih sederhana, tangguh, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis.

Dalam seminar itu, Division Head Server Multipolar Technology Jeffry Tjiung Sendjaja menekankan pentingnya penggunaan solusi yang tepat agar persoalan-persoalan tersebut tidak terjadi. Menurutnya, perusahaan saat ini membutuhkan infrastruktur yang bukan hanya memiliki performa tinggi, tetapi juga mudah dikelola, mampu berkembang mengikuti kebutuhan bisnis, serta memiliki ketahanan terhadap gangguan maupun serangan siber. ”Pendekatan terintegrasi menjadi salah satu kunci untuk mencapai tujuan tersebut,” katanya kepada puluhan peserta seminar yang berasal dari berbagai sektor industri di Tanah Air.

Dalam seminar tersebut, Multipolar Technology memperkenalkan kombinasi Sangfor Hyperconverged Infrastructure (HCI), xFusion FusionServer V8, dan Veeam Backup & Replication sebagai fondasi infrastruktur modern. Integrasi ketiga solusi tersebut membantu perusahaan menyederhanakan pengelolaan infrastruktur, meningkatkan pemanfaatan sumber daya TI, mempercepat implementasi aplikasi baru, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap data dan layanan bisnis.

Pendekatan ini juga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan yang ingin melakukan modernisasi tanpa harus melakukan perubahan infrastruktur secara menyeluruh. Dengan demikian investasi TI dapat dilakukan secara lebih bertahap dan terukur.

Sangfor HCI menyediakan platform terintegrasi yang menyederhanakan manajemen komputasi, jaringan, dan penyimpanan. Performa platform tersebut diperkuat oleh xFusion FusionServer V8 sebagai fondasi komputasi, sementara Veeam Backup & Replication menghadirkan kemampuan perlindungan data dan pemulihan yang membantu menjaga keberlangsungan operasional ketika terjadi gangguan.

Jeffry menambahkan, keberhasilan modernisasi infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan merancang arsitektur yang sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing organisasi.

"Sebagai AI-Orchestrated Solution Integrator, Multipolar Technology memiliki pengalaman lebih dari lima dekade dalam membantu berbagai organisasi merancang, mengimplementasikan, hingga mengelola infrastruktur TI yang aman, andal, dan siap mendukung transformasi digital. Didukung tenaga ahli bersertifikasi dan kemitraan strategis dengan berbagai vendor teknologi global, kami membantu pelanggan memilih solusi yang paling tepat sesuai kebutuhan bisnis mereka," tuturnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
datalabs.id Raih 2026...
datalabs.id Raih 2026 Google Cloud Partner of the Year Award for Country: APAC-Indonesia
Telkom Luncurkan AI...
Telkom Luncurkan AI Center for Excellence di Sembilan Kota Strategis
BATIC Genap Satu Dekade,...
BATIC Genap Satu Dekade, Telkom Kian Kukuhkan Jadi Penggerak Ekosistem Digital
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Rekomendasi
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
Sinopsis, Pemain, dan...
Sinopsis, Pemain, dan Link Nonton Wedding Agreement di VISION+
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved