Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara

Jum'at, 03 Juli 2026 - 18:45 WIB
loading...
A A A
Yang perlu diperhatikan, 66% listrik yang disuplai ke sistem berasal dari sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin.

Pauline Lavaud, Direktur Perubahan Iklim untuk pemerintah Paris, menyatakan bahwa sistem ini menawarkan efisiensi energi dan lingkungan yang lebih unggul dibandingkan dengan solusi pendinginan individual.

Gelombang panas terbaru di Eropa datang lebih awal dari biasanya, tepat sebelum suhumusim panasmencapai puncaknya di bulan Juli.

Di Paris saja, suhu yang melonjak telah memaksa banyak tempatwisatapopuler, seperti Menara Eiffel dan Museum Louvre, untuk tutup lebih awal dari biasanya.

Selain itu, angka kematian sementara yang dirilis oleh Badan Kesehatan Masyarakat Prancis pada 28 Juni menunjukkan bahwa negara tersebut mencatat tambahan 1.000 kematian dibandingkan bulan-bulan sebelumnya sejak puncak gelombang panas pada 24 Juni.

Marie Carlo, CEO Fraicheur de Paris, mengatakan bahwa semua pabrik sekarang beroperasi 24/7 karena lonjakan permintaan. Terkadang, permintaan pendinginan yang sangat besar dan pemadaman listrik telah mencegah sistem mendinginkan air hingga suhu ideal.

Meskipun demikian, Carlo menegaskan bahwa sistem pendinginan terpusat akan menjadi semakin penting dalam konteks perubahan iklim dan meningkatnya pola cuaca ekstrem.

Selain efektif dalam mendinginkan seluruh kota, sistem ini diharapkan oleh pihak berwenang dapat membantu setidaknya sebagian dari 2,1 juta penduduk Paris untuk tidak perlu membeli pendingin ruangan di masa mendatang.

Teknologi pendinginan ini sebenarnya berasal dari Paris pada tahun 1970-an, tetapi baru benar-benar berkembang pesat mulai tahun 1990-an dan seterusnya, berkat perusahaan Climespace.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Rekomendasi
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
AQUA Sukses Redakan...
AQUA Sukses Redakan Dahaga Penonton yang Seru-seruan Bareng Idola di Musiczone Sarinah
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved