Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
Kamis, 02 Juli 2026 - 18:04 WIB
loading...
Meta. FOTO/ The Verge
A
A
A
JAKARTA - Seorang hakim federal AS telah menolak permintaan Meta untuk menolak gugatan yang menuduh bahwa Facebook dan Instagram dirancang untuk mendorong penggunaan berlebihan oleh anak-anak.
Berdasarkan putusan yang diumumkan pada 29 Juni 2026, hakim federal Yvonne Gonzalez Rogers di Oakland, California, menolak permintaan Meta Platforms untuk menolak gugatan tersebut.
Gugatan yang diajukan oleh jaksa agung dari 29 negara bagianASini menuduh bahwa Meta merancang Facebook dan Instagram untuk mendorong penggunaan berlebihan oleh anak-anak sambil menyembunyikan dampak berbahaya dari platform ini terhadap masyarakat umum.
Hakim Rogers mengizinkan kasus ini dilanjutkan dengan tuduhan penipuan, praktik bisnis yang tidak adil, dan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak-Anak. Ia juga memutuskan bahwa Meta belum sepenuhnya mematuhi persyaratan pemberitahuan dan persetujuan orang tua yang diatur dalam undang-undang tersebut.
Meta menyatakan bahwa mereka tidak setuju dengan tuduhan tersebut dan berpendapat bahwa bukti akan membuktikan bahwa perusahaan telah lama berkomitmen untuk melindungi pengguna muda.
Sementara itu, Jaksa Agung California Rob Bonta menyebut putusan tersebut sebagai kemenangan signifikan dalam upaya meminta pertanggungjawaban Meta atas dampaknya terhadap kesehatan mental anak-anak Amerika.
Pemerintah negara bagian berpendapat bahwa penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan Facebook dan Instagram oleh anak-anak mungkin terkait dengan depresi, kecemasan, insomnia, gangguan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari, dan bahkan perilaku melukai diri sendiri.
Meta berpendapat bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan perusahaan tersebut menyesatkan pengguna tentang sifat adiktif platformnya. Perusahaan tersebut juga mengklaim bahwa "kecanduan media sosial" tidak diakui sebagai penyakit mental dan bahwa Facebook dan Instagram dikembangkan untuk pengguna umum, bukan hanya anak-anak di bawah 13 tahun.
Namun, hakim mencatat bahwa masih ada kontroversi yang perlu diklarifikasi mengenai potensi kecanduan dari platform tersebut, apakah Meta memberikan penyangkalan palsu, dan sejauh mana layanan ini menargetkan anak-anak.
Berdasarkan putusan yang diumumkan pada 29 Juni 2026, hakim federal Yvonne Gonzalez Rogers di Oakland, California, menolak permintaan Meta Platforms untuk menolak gugatan tersebut.
Gugatan yang diajukan oleh jaksa agung dari 29 negara bagianASini menuduh bahwa Meta merancang Facebook dan Instagram untuk mendorong penggunaan berlebihan oleh anak-anak sambil menyembunyikan dampak berbahaya dari platform ini terhadap masyarakat umum.
Hakim Rogers mengizinkan kasus ini dilanjutkan dengan tuduhan penipuan, praktik bisnis yang tidak adil, dan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Privasi Online Anak-Anak. Ia juga memutuskan bahwa Meta belum sepenuhnya mematuhi persyaratan pemberitahuan dan persetujuan orang tua yang diatur dalam undang-undang tersebut.
Meta menyatakan bahwa mereka tidak setuju dengan tuduhan tersebut dan berpendapat bahwa bukti akan membuktikan bahwa perusahaan telah lama berkomitmen untuk melindungi pengguna muda.
Sementara itu, Jaksa Agung California Rob Bonta menyebut putusan tersebut sebagai kemenangan signifikan dalam upaya meminta pertanggungjawaban Meta atas dampaknya terhadap kesehatan mental anak-anak Amerika.
Pemerintah negara bagian berpendapat bahwa penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan Facebook dan Instagram oleh anak-anak mungkin terkait dengan depresi, kecemasan, insomnia, gangguan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari, dan bahkan perilaku melukai diri sendiri.
Meta berpendapat bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan perusahaan tersebut menyesatkan pengguna tentang sifat adiktif platformnya. Perusahaan tersebut juga mengklaim bahwa "kecanduan media sosial" tidak diakui sebagai penyakit mental dan bahwa Facebook dan Instagram dikembangkan untuk pengguna umum, bukan hanya anak-anak di bawah 13 tahun.
Namun, hakim mencatat bahwa masih ada kontroversi yang perlu diklarifikasi mengenai potensi kecanduan dari platform tersebut, apakah Meta memberikan penyangkalan palsu, dan sejauh mana layanan ini menargetkan anak-anak.
(wbs)
Lihat Juga :