Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:09 WIB
loading...
A
A
A
• Lonjakan Penjualan Awal: Piper Sandler, investor dan bankir, memperkirakan gim ini terjual 46 juta kopi dalam 24 jam pertama, menghasilkan pendapatan hingga USD3 miliar (sekitar Rp53,7 triliun). Laporan lain menyebutkan, angka prapesan bahkan telah menembus 39 juta kopi di seluruh dunia sebelum peluncuran.
• Target Pasar yang Berubah: Joost van Dreunen, analis dan pengajar di NYU Stern School of Business, menjelaskan, "Ketika GTA 5 dirilis tahun 2013, industri game sedang bersiap memasuki lonjakan pertumbuhan historis... Saya tidak berekspektasi melihat hal itu terulang pada tahun-tahun mendatang".
• Pemain Lebih Sedikit, Uang Lebih Banyak: Meskipun penjualan unit berpotensi lebih rendah dibanding GTA V (yang mencapai lebih dari 215 juta kopi sejak 2013), pengeluaran rata-rata pemain diprediksi lebih tinggi. Rockstar diprediksi lebih berfokus memonetisasi kelompok pemain yang ada.
"Bisa jadi sulit bagi GTA 6 untuk mengungguli umur panjang yang luar biasa serta penjualan masif dari GTA 5," tambah Cole.
Pertanyaannya, dengan biaya pengembangan diperkirakan mencapai USD 1 miliar hingga USD 1,5 miliar, apakah angka pemesanan di Indonesia akan sekuat euforia global? Kita tunggu ledakannya November nanti.
• Target Pasar yang Berubah: Joost van Dreunen, analis dan pengajar di NYU Stern School of Business, menjelaskan, "Ketika GTA 5 dirilis tahun 2013, industri game sedang bersiap memasuki lonjakan pertumbuhan historis... Saya tidak berekspektasi melihat hal itu terulang pada tahun-tahun mendatang".
• Pemain Lebih Sedikit, Uang Lebih Banyak: Meskipun penjualan unit berpotensi lebih rendah dibanding GTA V (yang mencapai lebih dari 215 juta kopi sejak 2013), pengeluaran rata-rata pemain diprediksi lebih tinggi. Rockstar diprediksi lebih berfokus memonetisasi kelompok pemain yang ada.
"Bisa jadi sulit bagi GTA 6 untuk mengungguli umur panjang yang luar biasa serta penjualan masif dari GTA 5," tambah Cole.
Pertanyaannya, dengan biaya pengembangan diperkirakan mencapai USD 1 miliar hingga USD 1,5 miliar, apakah angka pemesanan di Indonesia akan sekuat euforia global? Kita tunggu ledakannya November nanti.
(dan)
Lihat Juga :