Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:09 WIB
loading...
GTA VI tak cuma cetak rekor penjualan global, tapi juga bikin heboh pasar Indonesia dengan harga Rp1,4 juta untuk Ultimate Edition. Foto: Rockstar
A
A
A
JAKARTA - Gim Grand Theft Auto (GTA) VI resmi bikin geger. Setelah penantian panjang 13 tahun—salah satu yang terlama dalam sejarah gim—Rockstar Games akhirnya merilis harga dan membuka keran prapesan (pre-order).
Menariknya, antusiasme global dan lokal sangat jomplang soal harga, namun setara tingginya soal euforia.
"GTA 5 tembus USD1 miliar dalam tiga hari, yang ini (GTA 6) tembus USD1 miliar dalam satu jam," ujar Tom Henderson, pendiri Insider Gaming dan analis industri.
Bagi gamer Indonesia, harga GTA VI justru mendatangkan kabar gembira. Ya, berkat penyesuaian harga regional (regional pricing), gamer Tanah Air tak perlu merogoh kocek sedalam gamer Amerika Serikat atau Eropa.
• Ultimate Edition: Rp1.490.000. Harga ini juga jauh di bawah harga global USD 100 (sekitar Rp1,8 juta).
Sebagai perbandingan, gim pendahulunya, GTA V, kini dibanderol sekitar Rp259.000 hingga Rp415.000 (bergantung platform).
Lalu, apa beda Ultimate Edition? Konsumen mendapat tambahan in-game eksklusif, mulai dari mobil, pakaian, hingga senjata tambahan.
Pemain juga akan mendapat Vintage Vice City Pack jika memesan sebelum 20 November, plus tambahan gratis langganan GTA+ selama sebulan khusus pembeli digital.
Hal paling mengejutkan dari peluncuran ini: versi fisik tidak akan menyediakan disk.
"Kejutan terbesar adalah versi fisik tidak menyertakan cakram, namun hal ini sepertinya tidak akan berdampak besar pada penjualan," jelas David Cole, pendiri dan CEO DFC Intelligence.
Mampukah GTA VI Kalahkan Kesuksesan GTA V?
Ekspektasi pasar terhadap GTA VI sangat tinggi. Gim ini tak cuma mengalahkan rekor industri video game, tapi diperkirakan melampaui peluncuran film blockbuster Hollywood.
Namun, di balik euforia peluncuran pada 19 November 2026, analis melihat tantangan besar soal penjualan jangka panjang.
• Lonjakan Penjualan Awal: Piper Sandler, investor dan bankir, memperkirakan gim ini terjual 46 juta kopi dalam 24 jam pertama, menghasilkan pendapatan hingga USD3 miliar (sekitar Rp53,7 triliun). Laporan lain menyebutkan, angka prapesan bahkan telah menembus 39 juta kopi di seluruh dunia sebelum peluncuran.
• Target Pasar yang Berubah: Joost van Dreunen, analis dan pengajar di NYU Stern School of Business, menjelaskan, "Ketika GTA 5 dirilis tahun 2013, industri game sedang bersiap memasuki lonjakan pertumbuhan historis... Saya tidak berekspektasi melihat hal itu terulang pada tahun-tahun mendatang".
• Pemain Lebih Sedikit, Uang Lebih Banyak: Meskipun penjualan unit berpotensi lebih rendah dibanding GTA V (yang mencapai lebih dari 215 juta kopi sejak 2013), pengeluaran rata-rata pemain diprediksi lebih tinggi. Rockstar diprediksi lebih berfokus memonetisasi kelompok pemain yang ada.
"Bisa jadi sulit bagi GTA 6 untuk mengungguli umur panjang yang luar biasa serta penjualan masif dari GTA 5," tambah Cole.
Pertanyaannya, dengan biaya pengembangan diperkirakan mencapai USD 1 miliar hingga USD 1,5 miliar, apakah angka pemesanan di Indonesia akan sekuat euforia global? Kita tunggu ledakannya November nanti.
Menariknya, antusiasme global dan lokal sangat jomplang soal harga, namun setara tingginya soal euforia.
"GTA 5 tembus USD1 miliar dalam tiga hari, yang ini (GTA 6) tembus USD1 miliar dalam satu jam," ujar Tom Henderson, pendiri Insider Gaming dan analis industri.
Bagi gamer Indonesia, harga GTA VI justru mendatangkan kabar gembira. Ya, berkat penyesuaian harga regional (regional pricing), gamer Tanah Air tak perlu merogoh kocek sedalam gamer Amerika Serikat atau Eropa.
Rincian Harga GTA VI di Indonesia (PS5 & Xbox Series X|S)
• Standard Edition: Rp1.190.000. Jauh lebih bersahabat dari harga global USD80 (sekitar Rp1,4 juta).• Ultimate Edition: Rp1.490.000. Harga ini juga jauh di bawah harga global USD 100 (sekitar Rp1,8 juta).
Sebagai perbandingan, gim pendahulunya, GTA V, kini dibanderol sekitar Rp259.000 hingga Rp415.000 (bergantung platform).
Lalu, apa beda Ultimate Edition? Konsumen mendapat tambahan in-game eksklusif, mulai dari mobil, pakaian, hingga senjata tambahan.
Pemain juga akan mendapat Vintage Vice City Pack jika memesan sebelum 20 November, plus tambahan gratis langganan GTA+ selama sebulan khusus pembeli digital.
Hal paling mengejutkan dari peluncuran ini: versi fisik tidak akan menyediakan disk.
"Kejutan terbesar adalah versi fisik tidak menyertakan cakram, namun hal ini sepertinya tidak akan berdampak besar pada penjualan," jelas David Cole, pendiri dan CEO DFC Intelligence.
Mampukah GTA VI Kalahkan Kesuksesan GTA V?
![Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam]()
Ekspektasi pasar terhadap GTA VI sangat tinggi. Gim ini tak cuma mengalahkan rekor industri video game, tapi diperkirakan melampaui peluncuran film blockbuster Hollywood.
Namun, di balik euforia peluncuran pada 19 November 2026, analis melihat tantangan besar soal penjualan jangka panjang.
• Lonjakan Penjualan Awal: Piper Sandler, investor dan bankir, memperkirakan gim ini terjual 46 juta kopi dalam 24 jam pertama, menghasilkan pendapatan hingga USD3 miliar (sekitar Rp53,7 triliun). Laporan lain menyebutkan, angka prapesan bahkan telah menembus 39 juta kopi di seluruh dunia sebelum peluncuran.
• Target Pasar yang Berubah: Joost van Dreunen, analis dan pengajar di NYU Stern School of Business, menjelaskan, "Ketika GTA 5 dirilis tahun 2013, industri game sedang bersiap memasuki lonjakan pertumbuhan historis... Saya tidak berekspektasi melihat hal itu terulang pada tahun-tahun mendatang".
• Pemain Lebih Sedikit, Uang Lebih Banyak: Meskipun penjualan unit berpotensi lebih rendah dibanding GTA V (yang mencapai lebih dari 215 juta kopi sejak 2013), pengeluaran rata-rata pemain diprediksi lebih tinggi. Rockstar diprediksi lebih berfokus memonetisasi kelompok pemain yang ada.
"Bisa jadi sulit bagi GTA 6 untuk mengungguli umur panjang yang luar biasa serta penjualan masif dari GTA 5," tambah Cole.
Pertanyaannya, dengan biaya pengembangan diperkirakan mencapai USD 1 miliar hingga USD 1,5 miliar, apakah angka pemesanan di Indonesia akan sekuat euforia global? Kita tunggu ledakannya November nanti.
(dan)
Lihat Juga :