Teknologi Digital Kini Merambah ke Rantai Pasokan Hasil Pertanian
Rabu, 17 Juni 2026 - 22:02 WIB
loading...
- PT Prime Agri Resources Tbk resmi meluncurkan identitas korporasi terbarunya di Jakarta. Foto/ Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Prime Agri Resources Tbk resmi meluncurkan identitas korporasi terbarunya di Jakarta, hal ini merupakan momentum penting yang menandai transformasi perusahaan menjadi platform agribisnis yang lebih terintegrasi dan berorientasi di masa depan.
Mengusung tema “From Plantation to Platform, From Essentials to Answers,” peluncuran ini menegaskan ambisi Prime Agri Resources untuk melampaui produksi komoditas konvensional dengan membangun ekosistem terhubung yang memperkuat ketertelusuran, efisiensi operasional, dan ketahanan jangka panjang di seluruh rantai pasok.
“Dengan mengintegrasikan seluruh rantai pasok, kami membangun ekosistem operasional yang memastikan efisiensi menyeluruh dan optimalisasi produktivitas. Platform yang terintegrasi ini memungkinkan kami menjembatani asal dan hasil produksi secara langsung, serta mentransformasikan jaringan petani kami menjadi penggerak pertumbuhan global yang tangguh dan terukur.” ujar Budi Setiawan Halim, CEO Prime Agri Resources.
Berdasarkan data pemerintah¹, pada tahun 2025 Indonesia memegang peran dominan dalam rantai pasok kelapa sawit global, dengan total produksi minyak sawit (CPO dan PKO) mencapai 56 juta ton serta total ekspor berbagai produk olahan sawit sebesar 32 juta ton.
Sementara itu, menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)², nilai ekspor kelapa sawit pada tahun 2025 tercatat mencapai US$36 miliar atau sekitar Rp590 triliun. Hal ini menjadikan kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Di saat yang sama, industri ini terus berkembang seiring meningkatnya ekspektasi global terhadap keberlanjutan, transparansi, akuntabilitas karbon, serta penciptaan nilai tambah hilir. Dalam konteks tersebut, model operasional terintegrasi menjadi semakin relevan sebagai pendekatan yang mampu mendukung keseimbangan antara produktivitas, kepatuhan, dan daya saing jangka panjang.
Prime Agri Resources saat ini beroperasi dengan kapabilitas terintegrasi di bidang perkebunan, pengolahan, distribusi, serta penelitian dan pengembangan. Dalam mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan ekonomi masyarakat sekitar, Perseroan menjalin kemitraan dengan sejumlah besar petani melalui pola plasma.
Sejak menjadi perusahaan terbuka pada tahun 2007, Perseroan terus memperluas dan memperkuat operasional perkebunannya di berbagai wilayah Indonesia, dengan kehadiran yang semakin berkembang di Sumatra dan Kalimantan.
Ekspansi ini mendukung diversifikasi geografis serta ketahanan operasional, sejalan dengan strategi jangka panjang untuk meningkatkan stabilitas dan konsistensi produksi.
Perseroan juga didukung oleh divisi R&D yang mengembangkan solusi inovatif di bidang agronomi, termasuk pengembangan enam varietas benih kelapa sawit unggul yang dipasarkan dengan merek DxP Sriwijaya.
Selain digunakan secara internal, benih tersebut juga didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia. Perseroan juga mengantongi sertifikasi keberlanjutan tingkat internasional, termasuk Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), sebagai bagian inti dari kerangka pertumbuhan bertanggung jawab yang lebih luas.
“Seiring meningkatnya permintaan global terhadap komoditas pertanian berkelanjutan, PT Prime Agri Resources Tbk memandang integrasi, transparansi, dan inovasi sebagai faktor krusial untuk menjaga daya saing Indonesia di lanskap agribisnis internasional,” ujar Budi Setiawan Halim, CEO
Mengusung tema “From Plantation to Platform, From Essentials to Answers,” peluncuran ini menegaskan ambisi Prime Agri Resources untuk melampaui produksi komoditas konvensional dengan membangun ekosistem terhubung yang memperkuat ketertelusuran, efisiensi operasional, dan ketahanan jangka panjang di seluruh rantai pasok.
“Dengan mengintegrasikan seluruh rantai pasok, kami membangun ekosistem operasional yang memastikan efisiensi menyeluruh dan optimalisasi produktivitas. Platform yang terintegrasi ini memungkinkan kami menjembatani asal dan hasil produksi secara langsung, serta mentransformasikan jaringan petani kami menjadi penggerak pertumbuhan global yang tangguh dan terukur.” ujar Budi Setiawan Halim, CEO Prime Agri Resources.
Berdasarkan data pemerintah¹, pada tahun 2025 Indonesia memegang peran dominan dalam rantai pasok kelapa sawit global, dengan total produksi minyak sawit (CPO dan PKO) mencapai 56 juta ton serta total ekspor berbagai produk olahan sawit sebesar 32 juta ton.
Sementara itu, menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)², nilai ekspor kelapa sawit pada tahun 2025 tercatat mencapai US$36 miliar atau sekitar Rp590 triliun. Hal ini menjadikan kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Di saat yang sama, industri ini terus berkembang seiring meningkatnya ekspektasi global terhadap keberlanjutan, transparansi, akuntabilitas karbon, serta penciptaan nilai tambah hilir. Dalam konteks tersebut, model operasional terintegrasi menjadi semakin relevan sebagai pendekatan yang mampu mendukung keseimbangan antara produktivitas, kepatuhan, dan daya saing jangka panjang.
Prime Agri Resources saat ini beroperasi dengan kapabilitas terintegrasi di bidang perkebunan, pengolahan, distribusi, serta penelitian dan pengembangan. Dalam mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan ekonomi masyarakat sekitar, Perseroan menjalin kemitraan dengan sejumlah besar petani melalui pola plasma.
Sejak menjadi perusahaan terbuka pada tahun 2007, Perseroan terus memperluas dan memperkuat operasional perkebunannya di berbagai wilayah Indonesia, dengan kehadiran yang semakin berkembang di Sumatra dan Kalimantan.
Ekspansi ini mendukung diversifikasi geografis serta ketahanan operasional, sejalan dengan strategi jangka panjang untuk meningkatkan stabilitas dan konsistensi produksi.
Perseroan juga didukung oleh divisi R&D yang mengembangkan solusi inovatif di bidang agronomi, termasuk pengembangan enam varietas benih kelapa sawit unggul yang dipasarkan dengan merek DxP Sriwijaya.
Selain digunakan secara internal, benih tersebut juga didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia. Perseroan juga mengantongi sertifikasi keberlanjutan tingkat internasional, termasuk Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), sebagai bagian inti dari kerangka pertumbuhan bertanggung jawab yang lebih luas.
“Seiring meningkatnya permintaan global terhadap komoditas pertanian berkelanjutan, PT Prime Agri Resources Tbk memandang integrasi, transparansi, dan inovasi sebagai faktor krusial untuk menjaga daya saing Indonesia di lanskap agribisnis internasional,” ujar Budi Setiawan Halim, CEO
(wbs)
Lihat Juga :