Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44 WIB
loading...
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI.Foto/ Viet
A A A
LONDON - Badan keamanan utama dari aliansi intelijen Five Eyes—yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris Raya, Australia, Kanada, dan Selandia Baru—secara bersamaan mengeluarkan peringatan keras tentang meningkatnya risiko yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan (AI), menyatakan bahwa dunia perlu bertindak segera sebelum teknologi ini melampaui kendali manusia.

Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di Australia, dalam pernyataan bersama yang dirilis pada 23 Juni, badan-badan keamanan aliansi tersebut, yang dianggap sebagai jaringan berbagi intelijen paling kuat di dunia, menyatakan bahwa laju perkembangan AI saat ini melampaui perkembangan mekanisme manajemen dan perlindungan keamanan.

Para ahli memperingatkan bahwa AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi telah menjadi alat yang dieksploitasi oleh kelompok kejahatan siber dan kekuatan musuh untuk tujuan berbahaya.

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah meningkatnya penggunaan model bahasa besar (LLM) untuk mengotomatisasi proses penulisan kode berbahaya.

Hal ini memungkinkan individu dengan keterampilan teknis terbatas untuk menciptakan perangkat lunak serangan siber yang canggih, mulai dari ransomware hingga alat penyusupan yang mampu melewati berbagai lapisan perlindungan tradisional.

Selain itu, teknologi deepfake (menggunakan AI untuk membuat gambar dan suara palsu) juga dianggap berkembang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.

Gambar, video , dan suara palsu yang dihasilkan oleh AI kini telah mencapai tingkat realisme yang sangat tinggi, menjadi alat untuk kampanye phishing skala besar, pencurian informasi, atau penyebaran informasi yang salah.


Menurut aliansi Five Eyes, ancaman tersebut meluas melampaui kejahatan siber dan penipuan keuangan.

AI juga dapat dimanfaatkan untuk memanipulasi opini publik, menyebarkan informasi yang salah, dan mengganggu proses demokrasi, sehingga berdampak langsung pada keamanan nasional banyak negara.

Mengingat realitas ini, lima negara telah mengeluarkan serangkaian rekomendasi mendesak untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh AI. Fokus dari usulan-usulan ini adalah untuk beralih dari pendekatan "pasca-insiden" ke model "pencegahan proaktif".

Aliansi tersebut menyerukan kepada perusahaan-perusahaan teknologi besar untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas produk AI yang mereka kembangkan. Oleh karena itu, pengamanan siber harus diintegrasikan sejak tahap perancangan sistem, bukan hanya ditambahkan setelah produk digunakan.

Lembaga keamanan juga menekankan pentingnya meningkatkan berbagi data dan intelijen secara real-time antara sektor publik dan swasta untuk mendeteksi kerentanan keamanan terkait AI sejak dini.

Perwakilan dari Pusat Keamanan Siber Australia (ACSC) memperingatkan bahwa dunia sedang berada di titik balik kritis dalam sejarah perkembangan teknologi.

Menurut lembaga ini, jika negara-negara tidak segera menetapkan standar keamanan global untuk AI, umat manusia dapat menghadapi risiko internet dimanipulasi oleh algoritma yang semakin kompleks dan sulit dikendalikan.


Sebagai penutup pernyataannya, aliansi Five Eyes menyatakan bahwa jendela peluang untuk bertindak semakin menyempit.


Lembaga keamanan meyakini bahwa membangun pengamanan terhadap AI sekarang sangat penting untuk mencegah risiko krisis keamanan siber global di masa depan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Rekomendasi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Berita Terkini
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved