Kekayaan Laut Indonesia Diminta Dikelola dengan Inovasi Sains
Jum'at, 19 Juni 2026 - 14:23 WIB
loading...
A
A
A
“Indonesia tidak bisa terus bergantung pada ekspor komoditas mentah. Kita harus membangun ekonomi berbasis inovasi, teknologi, dan hilirisasi agar produktivitas nasional meningkat,” kata AYP.
Dalam paparannya, AYP menyoroti tantangan deindustrialisasi dini dan stagnasi produktivitas yang dihadapi Indonesia, memerlukan strategi pembangunan yang berorientasi pada nilai tambah.
Menurut dia, Ekonomi Biru berbasis sains mampu mendorong transformasi sektor kelautan melalui teknologi, riset, dan digitalisasi. Pendekatan itu juga membuka peluang lahirnya industri baru dengan daya saing global.
“Kita memiliki sumber daya laut yang sangat besar. Tantangannya bukan lagi pada ketersediaan sumber daya, melainkan kemampuan mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi,” ujarnya.
Pria yang juga Wasekjen HKTI ini menjelaskan pemanfaatan _smart fisheries_, bioteknologi kelautan, dan industrialisasi terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi produksi. Langkah tersebut juga memperkuat rantai pasok pangan berbasis protein laut.
Dalam paparannya, AYP menyoroti tantangan deindustrialisasi dini dan stagnasi produktivitas yang dihadapi Indonesia, memerlukan strategi pembangunan yang berorientasi pada nilai tambah.
Menurut dia, Ekonomi Biru berbasis sains mampu mendorong transformasi sektor kelautan melalui teknologi, riset, dan digitalisasi. Pendekatan itu juga membuka peluang lahirnya industri baru dengan daya saing global.
“Kita memiliki sumber daya laut yang sangat besar. Tantangannya bukan lagi pada ketersediaan sumber daya, melainkan kemampuan mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi,” ujarnya.
Pria yang juga Wasekjen HKTI ini menjelaskan pemanfaatan _smart fisheries_, bioteknologi kelautan, dan industrialisasi terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi produksi. Langkah tersebut juga memperkuat rantai pasok pangan berbasis protein laut.
Lihat Juga :