NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:32 WIB
loading...
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam. Foto/ Daily
A A A
NEW YORK - Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) baru saja membuat penemuan luar biasa tentang planet WASP-121 b, sebuah "raksasa gas yang sangat panas" yang terletak ratusan tahun cahaya dari Bumi.

Para astronom telah menemukan bahwa dua wilayah yang terletak di perbatasan antara siang dan malam di planet ini, yang sesuai dengan zona matahari terbit dan matahari terbenam, memiliki karakteristik atmosfer yang sangat berbeda.

Penelitian yang dipimpin oleh Cyril Gapp, seorang mahasiswa doktoral di Institut Astronomi Max Planck (MPIA) di Heidelberg, Jerman, telah memberikan bukti paling langsung dan rinci hingga saat ini bahwa kondisi atmosfer di kedua sisi "terminator"—garis pemisah antara siang dan malam—tidak seragam seperti yang diperkirakan banyak orang sebelumnya.

Para ilmuwan telah lama memprediksi perbedaan ini melalui model teoretis. Namun, berkat sensitivitas JWST yang superior, mereka mampu mengamati fenomena tersebut dengan jelas untuk pertama kalinya.

Penemuan baru ini dilakukan ketika para astronom melacak WASP-121 b saat planet itu melintas di depan bintang induknya. Selama proses ini, sebagian cahaya bintang menembus atmosfer planet sebelum mencapai Bumi.

Dengan menganalisis bagaimana atmosfer menyerap panjang gelombang inframerah yang berbeda, para peneliti dapat menentukan suhu serta komposisi kimia lapisan gas yang mengelilingi planet tersebut.

Hasil penelitian mengungkapkan ketidakseimbangan yang signifikan dalam penyerapan cahaya antara kedua sisi batas siang-malam. Sisi matahari terbenam menyerap lebih banyak cahaya bintang daripada sisi matahari terbit, yang menunjukkan perbedaan besar dalam suhu dan komposisi atmosfer.

Menurut Cyril Gapp, kualitas pengamatan JWST yang belum pernah terjadi sebelumnya memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari atmosfer planet pada garis bujur individual saat planet tersebut mengorbit dan melintas di depan bintang induknya.

Data menunjukkan bahwa area matahari terbenam jauh lebih hangat. Hal ini konsisten dengan model-model sebelumnya yang menunjukkan bahwa angin super cepat di WASP-121 b terus menerus mengangkut panas dari sisi siang yang panas ke sisi malam yang lebih dingin. Saat arus udara hangat bergerak searah rotasi planet, ia menghangatkan sisi matahari terbenam.

Suhu tinggi menyebabkan atmosfer di wilayah ini mengembang, membuat planet tampak lebih besar jika diamati dari jauh dan menyerap lebih banyak radiasi bintang.

Tanda-tanda bahwa air tersebut "terkoyak" oleh panas yang sangat intens.

Data dari spektrometer inframerah dekat NIRSpec pada JWST juga mendeteksi sinyal karbon monoksida (CO) yang lebih kuat menjelang akhir periode pengamatan. Namun, para peneliti percaya bahwa sinyal ini tidak mencerminkan peningkatan konsentrasi CO, melainkan terutama merupakan konsekuensi dari perubahan suhu.

Pengukuran menunjukkan bahwa jumlah molekul air di atmosfer berkurang secara signifikan menjelang matahari terbenam. Hal ini karena atmosfer bagian atas mencapai suhu yang sangat tinggi, cukup untuk memecah molekul H₂O menjadi atom-atom penyusunnya.

Fenomena ini memberikan bukti lebih lanjut bahwa angin pembawa panas secara intensif menghangatkan wilayah senja planet ini.

NASA menemukan sebuah planet raksasa dengan suhu mendekati suhu Bumi, yang dipenuhi gas metana misterius.

WASP-121 b termasuk dalam kelompok planet raksasa gas yang mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya. Gaya gravitasi yang kuat menyebabkan periode rotasi dan periode orbitnya sinkron – sebuah fenomena yang mirip dengan bagaimana Bulan selalu menghadap Bumi.

Akibatnya, separuh planet selalu berada dalam posisi berlawanan dengan bintang dan bermandikan cahaya konstan, sementara separuh lainnya tetap berada dalam kegelapan abadi.

Menurut salah satu penulis, Tom Evans-Soma dari Universitas Newcastle (Australia), WASP-121 b adalah salah satu kasus paling ekstrem yang pernah diketahui.

Suhu rata-rata di sisi siang planet ini mencapai hampir 2.500 derajat Celcius, sedangkan sisi malamnya hanya sekitar 725 derajat Celcius.
.

Meskipun sisi malam masih jauh lebih panas daripada tempat lain di Bumi, perbedaan suhu hampir 1.800 derajat Celcius antara kedua bagian planet ini telah menciptakan arus atmosfer yang sangat dahsyat.

Saat WASP-121 b melintasi bintang induknya, planet tersebut berputar sekitar 30 derajat. Pergerakan kecil ini cukup bagi para astronom untuk mengamati wilayah matahari terbit dan terbenam dengan akurasi yang luar biasa.

Penemuan baru ini tidak hanya membantu kita untuk lebih memahami WASP-121 b, tetapi juga membuka pendekatan yang sepenuhnya baru untuk mempelajari planet ekstrasolar yang sangat panas.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Dasco Ungkap Pimpinan...
Dasco Ungkap Pimpinan DPR akan Temui Mahasiswa Besok
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Berita Terkini
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Konsumen Kini Utamakan...
Konsumen Kini Utamakan Garansi Bukan Cuma Spesifikasi saat Beli Ponsel
Infografis
3 Buah yang Tidak Boleh...
3 Buah yang Tidak Boleh Diberikan ke Anak saat Batuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved