Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?

Senin, 15 Juni 2026 - 22:20 WIB
loading...
Beda Jauh dengan GPS,...
Banyak pengguna salah paham dikira memiliki fungsi setara GPS, nyatanya pelacak Bluetooth (smart tag) memiliki keterbatasan teknis yang membuatnya tidak bisa memperbarui lokasi secara real-time detik demi detik. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Pelacak Bluetooth (smart tag) bukanlah GPS. Banyak orang salah kaprah, mengira alat sekecil koin seperti Apple AirTag atau Samsung Galaxy SmartTag2 bisa memantau posisi objek bergerak secara real-time detik demi detik.

Nyatanya, perangkat ini tidak memiliki chip GPS internal dan bekerja dengan cara yang sepenuhnya berbeda.

Pasar pelacak pintar global memang tumbuh masif karena efisiensi dayanya. Namun, konsumen berintentitas tinggi sering kali kecewa saat menyadari adanya jeda waktu (delay) pembaruan lokasi.

Keterbatasan teknis ini merupakan bentuk kompromi (trade-off) demi mempertahankan ukuran perangkat tetap mini dan baterai yang awet hingga hitungan tahun.

Cara Kerja Jaringan Crowdsourcing dan Kepadatan Perangkat

Saat pelacak berada di luar jangkauan Bluetooth langsung ponsel Anda—biasanya di atas 9 meter hingga 30 meter di dalam ruangan, atau 60 meter hingga 152 meter di area terbuka—ia akan beralih ke mode pencarian offline.

Tergantung Kepadatan Orang: Di area padat seperti bandara atau pusat kota, Apple AirTag memanfaatkan jaringan ratusan juta perangkat iOS (Find My) untuk memperbarui posisi setiap 1 hingga 2 menit.

Masalah di Area Sepi: Jika barang Anda hilang di pedesaan atau area minim lewatnya pengguna HP, Anda mungkin hanya akan mendapatkan pembaruan lokasi beberapa kali saja dalam sehari. Jaringan Android melalui Google Find My Device juga sangat bergantung pada volume pengguna Android yang melintas di dekat titik tersebut.

Jangkauan Koneksi dan Akurasi Sinyal

Ketika Anda berada di dekat pelacak, akurasi posisinya ditentukan oleh perangkat keras yang tertanam di dalam ponsel Anda:

Teknologi Ultra-Wideband (UWB): Perangkat premium seperti AirTag dan Samsung SmartTag2 dilengkapi dengan chip UWB. Teknologi ini mampu memberikan panduan arah visual berupa anak panah di layar HP hingga akurasi hitungan sentimeter.

Bluetooth Standar: Pelacak tanpa chip UWB (seperti Tile Tracker standar) murni mengandalkan kekuatan sinyal biasa. Anda harus mencari barang secara manual lewat indikator kedekatan atau memicu suara alarm internal berjarak maksimal 120 meter (untuk SmartTag2).

Rintangan Fisik: Gelombang radio Bluetooth sangat sensitif terhadap hambatan fisik. Dinding beton, kaca tebal, dan benda berbahan logam akan mereduksi jarak deteksi sinyal secara signifikan dibandingkan ruang terbuka (line of sight).

Manajemen Daya Baterai vs Frekuensi Pelacakan

Frekuensi piringan sinyal berbanding terbalik dengan umur baterai koin standar jenis CR2032 yang digunakan.

Mode Pelacakan Agresif: Jika pelacak dipaksa terus memancar tanpa henti (misalnya saat disetel ke "Lost Mode"), baterai akan terkuras habis hanya dalam hitungan minggu akibat terus-menerus memindai HP di sekitarnya.

Mode Hemat Daya (Power-Saving): Pada Samsung SmartTag2, terdapat fitur hemat daya yang mematikan fungsi klik tombol dan notifikasi lokasi langsung. Dalam mode pasif ini, baterai bawaannya diklaim mampu bertahan fantastis selama 500 hingga 700 hari.

Perbandingan: Kapan Harus Memilih GPS Seluler (4G)?

Jika kebutuhan utama Anda adalah melacak objek yang terus bergerak secara konstan dan membutuhkan pembaruan detik demi detik—seperti melacak mobil sewaan, armada logistik, atau hewan peliharaan yang aktif—maka pelacak Bluetooth tidak akan cukup.

Anda wajib beralih menggunakan perangkat GPS khusus berbasis seluler 4G. Berbeda dengan smart tag, GPS seluler menggunakan kartu SIM dan memakan daya besar dari baterai internal yang harus diisi ulang (rechargeable).

Keunggulannya, GPS seluler mengirimkan data koordinat secara instan dan mandiri langsung ke server, tanpa perlu menunggu ada orang lain lewat di dekat objek tersebut.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Galaxy SmartTag Bikin...
Galaxy SmartTag Bikin 5 Barang Wajib Dibawa Ini Tidak Mudah Hilang
Unboxing Galaxy SmartTag,...
Unboxing Galaxy SmartTag, Pelacak Mini Khusus untuk Samsung Galaxy
Rp30 Juta, Harga Galaxy...
Rp30 Juta, Harga Galaxy S21 Ultra 5G Beserta Semua Galaxy Ecosystem
8 Fitur Galaxy SmartTag,...
8 Fitur Galaxy SmartTag, Bisa Cari Barang Printilan Hingga Anjing Peliharaan
Pelacak Bluetooth Android...
Pelacak Bluetooth Android dan iPhone Dijual Murah, Ini Harga dan Fitur Lengkapnya!
Rekomendasi
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Berita Terkini
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved