Jadikan Indonesia Prioritas Utama, Google Bangun Jalur Startup AI Asia Tenggara ke Silicon Valley
Rabu, 03 Juni 2026 - 18:48 WIB
loading...
Google Bangun Jalur Startup AI Asia Tenggara ke Silicon Valley. Foto/ Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Google Cloud berkolaborasi dengan sejumlah lembaga pemerintah dan inovasi di Asia Tenggara untuk membentuk koridor pengembangan startup kecerdasan buatan (AI) yang menghubungkan kawasan tersebut dengan Silicon Valley, Amerika Serikat.
Inisiatif yang diumumkan pada Selasa (3/6/2026) itu melibatkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia, Enterprise Singapore (EnterpriseSG), Vietnam National Innovation Center (NIC), serta Startup and Innovation Hub Ho Chi Minh City (SIHUB).
Melalui program baru bertajuk Google for Startups Accelerator: Southeast Asia, Google Cloud berupaya mempercepat pengembangan dan komersialisasi teknologi AI yang dibangun oleh startup tahap awal hingga menengah di enam negara Asia Tenggara.
Program ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat inovasi AI yang mampu menghasilkan solusi dengan dampak nyata bagi masyarakat dan ekonomi.
Melalui program baru bertajuk Google for Startups Accelerator: Southeast Asia, Google Cloud berupaya mempercepat pengembangan dan komersialisasi teknologi AI yang dibangun oleh startup tahap awal hingga menengah di enam negara Asia Tenggara.
Program ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat inovasi AI yang mampu menghasilkan solusi dengan dampak nyata bagi masyarakat dan ekonomi.
Peluncuran program dilakukan dalam ajang Google for Startups Sprint di kantor pusat Google Asia Pasifik. Acara tersebut mempertemukan startup teknologi, investor, serta pemangku kepentingan dari sektor publik untuk membahas pengembangan ekosistem AI di kawasan.
Google menyebut sejak 2018 program akselerator startup yang dijalankannya telah mendukung lebih dari 200 perusahaan rintisan di Asia Tenggara.
Dari program tersebut, startup peserta berhasil mengumpulkan pendanaan gabungan mencapai US$6,6 miliar dan menciptakan lebih dari 11.300 lapangan kerja. Berbagai startup dari Indonesia maupun negara lain di kawasan telah menjadi bagian dari jaringan alumni program tersebut, termasuk Analitica, Aruna, DayaTani, Kata.ai, Nexmedis, Noice, Pahamify, Privy, Riliv, hingga Good Doctor.
Head of Developer Ecosystems Asia Pacific Google Cloud, Sami Kizilbash, mengatakan program terbaru ini akan difokuskan pada startup AI tahap Seed hingga Series B yang tengah mengembangkan berbagai solusi berbasis kecerdasan buatan.
Inisiatif yang diumumkan pada Selasa (3/6/2026) itu melibatkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia, Enterprise Singapore (EnterpriseSG), Vietnam National Innovation Center (NIC), serta Startup and Innovation Hub Ho Chi Minh City (SIHUB).
Melalui program baru bertajuk Google for Startups Accelerator: Southeast Asia, Google Cloud berupaya mempercepat pengembangan dan komersialisasi teknologi AI yang dibangun oleh startup tahap awal hingga menengah di enam negara Asia Tenggara.
Program ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat inovasi AI yang mampu menghasilkan solusi dengan dampak nyata bagi masyarakat dan ekonomi.
Melalui program baru bertajuk Google for Startups Accelerator: Southeast Asia, Google Cloud berupaya mempercepat pengembangan dan komersialisasi teknologi AI yang dibangun oleh startup tahap awal hingga menengah di enam negara Asia Tenggara.
Program ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat inovasi AI yang mampu menghasilkan solusi dengan dampak nyata bagi masyarakat dan ekonomi.
Peluncuran program dilakukan dalam ajang Google for Startups Sprint di kantor pusat Google Asia Pasifik. Acara tersebut mempertemukan startup teknologi, investor, serta pemangku kepentingan dari sektor publik untuk membahas pengembangan ekosistem AI di kawasan.
Google menyebut sejak 2018 program akselerator startup yang dijalankannya telah mendukung lebih dari 200 perusahaan rintisan di Asia Tenggara.
Dari program tersebut, startup peserta berhasil mengumpulkan pendanaan gabungan mencapai US$6,6 miliar dan menciptakan lebih dari 11.300 lapangan kerja. Berbagai startup dari Indonesia maupun negara lain di kawasan telah menjadi bagian dari jaringan alumni program tersebut, termasuk Analitica, Aruna, DayaTani, Kata.ai, Nexmedis, Noice, Pahamify, Privy, Riliv, hingga Good Doctor.
Head of Developer Ecosystems Asia Pacific Google Cloud, Sami Kizilbash, mengatakan program terbaru ini akan difokuskan pada startup AI tahap Seed hingga Series B yang tengah mengembangkan berbagai solusi berbasis kecerdasan buatan.
Lihat Juga :