AI Ciptakan Perusahaan-perusahaan Baru dengan Omset Besar

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:52 WIB
loading...
A A A
Berbeda dengan tahap awal generasi AI, gelombang AI berbasis agen membutuhkan jumlah memori yang jauh lebih besar agar model dapat mengingat konteks, memproses banyak tugas secara bersamaan, dan beroperasi secara real-time. Hal ini menjadikan chip memori bandwidth tinggi (HBM) sebagai salah satu komponen paling penting dalam infrastruktur AI saat ini.

Sebelumnya, GPU seringkali menjadi faktor penting yang mendorong pengembangan AI. Namun, tanpa DRAM dan HBM yang memadai, klaster server AI tidak akan mampu memanfaatkan sepenuhnya kinerja GPU mereka, bahkan dengan chip paling canggih dari NVIDIA.

Meningkatnya permintaan akan AI telah menyebabkan kekurangan chip memori secara global, sehingga menyulitkan perusahaan seperti Micron untuk memenuhi permintaan pasokan. Hal ini juga memungkinkan Micron dan para pesaingnya seperti SK Hynix dan Samsung untuk menaikkan harga produk. Sejak awal tahun, saham Micron telah meningkat lebih dari tiga kali lipat.

Beberapa minggu yang lalu, Micron melampaui angka kapitalisasi pasar $700 miliar , bergabung dengan jajaran perusahaan teknologi paling berharga di Amerika. Sementara itu, Intel, perusahaan yang ketinggalan gelombang awal AI, kini telah meningkat lebih dari enam kali lipat dan diperdagangkan mendekati harga tertinggi sepanjang masa.

Produsen chip ini sedang menjalani restrukturisasi besar-besaran setelah investasi signifikan dari pemerintah AS musim panas lalu. Selain itu, Qualcomm, AMD, dan Marvell semuanya telah mencapai harga tertinggi baru
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DeepSeek Siap Kembangkan...
DeepSeek Siap Kembangkan Chip AI Sendiri, Ini Bocorannya
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Video Prototipe Project...
Video Prototipe Project Aion Ungkap Konsep Sistem Operasi AI Microsoft
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Akses Pelatihan AI dan Coding untuk Guru melalui Ruang GTK
Tingkatkan Efektivitas...
Tingkatkan Efektivitas Layanan, Halodoc Andalkan AI untuk Dukung Dokter dan Pasien
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
Rekomendasi
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Hakim Jadwalkan Putusan Praperadilan ke-2 Roy Suryo pada 20 Juli 2026
Polri Harus Bongkar...
Polri Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Korporasi Dugaan Korupsi Batu Bara
Hadirkan Direktur Kemenkes...
Hadirkan Direktur Kemenkes RI, FK Unair Cetak Multi-Star Doctor Komunikatif
Berita Terkini
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Kunci Konvensional Mulai...
Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved