Pembelajaran dan Layanan Berbasis AI Diperkenalkan
Minggu, 24 Mei 2026 - 12:53 WIB
loading...
Pembelajaran AI Diperkenalkan. Foto / Daiy
A
A
A
JAKARTA - Survei global dari ManpowerGroup menunjukkan bahwa sebanyak 77% perusahaan masih kesulitan menemukan talenta dengan keterampilan yang sesuai.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan saat ini tidak hanya terletak pada ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga kesiapan lulusan dalam memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Selain itu, laporan World Economic Forum juga memprediksi bahwa sekitar 22% pekerjaan global akan mengalami perubahan sebelum tahun 2030. Artinya, generasi muda perlu dipersiapkan dengan keterampilan, pengalaman, dan kemampuan adaptasi yang relevan dengan perkembangan masa depan.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa pendidikan tinggi saat ini perlu mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Pendidikan tinggi saat ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman belajar yang fleksibel dan terintegrasi dengan dunia nyata menjadi salah satu hal penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi masa depan.
“Mahasiswa perlu memiliki kesempatan untuk memperluas kompetensi, memperoleh exposure global, serta mendapatkan pengalaman profesional sejak dini. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya membantu perkembangan akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi dunia profesional,” tambahnya.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, BINUS University sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia juga terus memperkuat pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence atau AI dalam ekosistem pendidikan.
Pemanfaatan AI dan teknologi digital di BINUS tidak hanya hadir dalam proses pembelajaran, tetapi juga mendukung riset, layanan akademik, student service, hingga kolaborasi dengan industri.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa didorong untuk memahami bagaimana AI dapat digunakan secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab.
AI menjadi bagian dari pengalaman belajar yang membantu mahasiswa mengeksplorasi ide, menganalisis informasi, memecahkan masalah, serta mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Pemanfaatan teknologi AI juga diperkuat melalui berbagai platform dan layanan digital seperti Binusmaya, Neksus, dan BINUS Support.
Kehadiran platform tersebut mendukung mahasiswa dalam mengakses pembelajaran, layanan akademik, pengembangan diri, serta perencanaan karier secara lebih terarah dan terintegrasi.
Melalui Binusmaya, mahasiswa dapat mengakses berbagai kebutuhan pembelajaran dan aktivitas akademik secara lebih fleksibel.
Sementara itu, Neksus mendukung mahasiswa dalam menavigasi perjalanan belajar, pengembangan diri, serta perencanaan karier yang lebih sesuai dengan minat dan tujuan masa depan.
Di sisi lain, BINUS Support menjadi bagian dari layanan mahasiswa yang membantu menghadirkan pengalaman layanan yang lebih mudah diakses, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan Binusian.
Dalam bidang riset, pemahaman terhadap AI turut menjadi bagian penting untuk mendorong pendekatan penelitian yang lebih adaptif, berbasis data, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun industri.
Pemanfaatan AI dan teknologi tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan industri dan program employability. Melalui jejaring industri dan layanan karier, mahasiswa diperkenalkan pada perkembangan kebutuhan dunia kerja, termasuk bagaimana teknologi digunakan dalam berbagai bidang profesional.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami AI sebagai konsep, tetapi juga melihat penerapannya dalam pembelajaran, riset, layanan, dan kesiapan karier masa depan.
.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan saat ini tidak hanya terletak pada ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga kesiapan lulusan dalam memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Selain itu, laporan World Economic Forum juga memprediksi bahwa sekitar 22% pekerjaan global akan mengalami perubahan sebelum tahun 2030. Artinya, generasi muda perlu dipersiapkan dengan keterampilan, pengalaman, dan kemampuan adaptasi yang relevan dengan perkembangan masa depan.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa pendidikan tinggi saat ini perlu mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Pendidikan tinggi saat ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman belajar yang fleksibel dan terintegrasi dengan dunia nyata menjadi salah satu hal penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi masa depan.
“Mahasiswa perlu memiliki kesempatan untuk memperluas kompetensi, memperoleh exposure global, serta mendapatkan pengalaman profesional sejak dini. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya membantu perkembangan akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi dunia profesional,” tambahnya.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, BINUS University sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia juga terus memperkuat pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence atau AI dalam ekosistem pendidikan.
Pemanfaatan AI dan teknologi digital di BINUS tidak hanya hadir dalam proses pembelajaran, tetapi juga mendukung riset, layanan akademik, student service, hingga kolaborasi dengan industri.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa didorong untuk memahami bagaimana AI dapat digunakan secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab.
AI menjadi bagian dari pengalaman belajar yang membantu mahasiswa mengeksplorasi ide, menganalisis informasi, memecahkan masalah, serta mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Pemanfaatan teknologi AI juga diperkuat melalui berbagai platform dan layanan digital seperti Binusmaya, Neksus, dan BINUS Support.
Kehadiran platform tersebut mendukung mahasiswa dalam mengakses pembelajaran, layanan akademik, pengembangan diri, serta perencanaan karier secara lebih terarah dan terintegrasi.
Melalui Binusmaya, mahasiswa dapat mengakses berbagai kebutuhan pembelajaran dan aktivitas akademik secara lebih fleksibel.
Sementara itu, Neksus mendukung mahasiswa dalam menavigasi perjalanan belajar, pengembangan diri, serta perencanaan karier yang lebih sesuai dengan minat dan tujuan masa depan.
Di sisi lain, BINUS Support menjadi bagian dari layanan mahasiswa yang membantu menghadirkan pengalaman layanan yang lebih mudah diakses, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan Binusian.
Dalam bidang riset, pemahaman terhadap AI turut menjadi bagian penting untuk mendorong pendekatan penelitian yang lebih adaptif, berbasis data, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun industri.
Pemanfaatan AI dan teknologi tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan industri dan program employability. Melalui jejaring industri dan layanan karier, mahasiswa diperkenalkan pada perkembangan kebutuhan dunia kerja, termasuk bagaimana teknologi digunakan dalam berbagai bidang profesional.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami AI sebagai konsep, tetapi juga melihat penerapannya dalam pembelajaran, riset, layanan, dan kesiapan karier masa depan.
.
(wbs)
Lihat Juga :